KONTAN.CO.ID - Lewis Hamilton datang ke GP Austria 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan penting di GP Spanyol.
Namun, ada satu fakta menarik yang patut menjadi perhatian menjelang balapan di Red Bull Ring pada akhir pekan ini.
Di antara banyak sirkuit yang pernah dikuasainya selama hampir dua dekade berkarier di Formula 1, Austria justru menjadi salah satu trek yang paling sulit ditaklukkan Hamilton.
Catatan statistik menunjukkan bahwa performa juara dunia tujuh kali itu di GP Austria tidak sebaik yang banyak orang bayangkan.
Baca Juga: Perang AI di Formula 1: Tim Balap Adu Canggih Teknologi dan Data
Hanya Satu Kemenangan di GP Austria
Sejak GP Austria kembali masuk kalender Formula 1 pada 2014, Hamilton telah tampil sebanyak 12 kali di Red Bull Ring.
Dari seluruh penampilan tersebut, ia hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni pada musim 2016.
Saat itu Hamilton berhasil memenangkan balapan setelah duel sengit dengan rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg. Keduanya terlibat kontak pada lap terakhir yang membuat Rosberg kehilangan posisi dan Hamilton keluar sebagai pemenang.
Menariknya, meski Mercedes sempat mendominasi Formula 1 pada era 2014-2021, Hamilton tidak pernah benar-benar menguasai balapan di Austria seperti yang ia lakukan di Silverstone, Hungaroring, atau Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Baca Juga: Selain Verstappen, Ini 6 Pebalap F1 yang Sukses di Ajang Lain Saat Masih Aktif
Jarang Naik Podium di Red Bull Ring
Sejak kemenangan pada 2016, Hamilton hanya sekali kembali naik podium GP Austria. Hasil tersebut diraih pada musim 2022 ketika finis di posisi ketiga.
Artinya, dalam delapan edisi GP Austria terakhir, Hamilton hanya satu kali berhasil menembus tiga besar.
Beberapa faktor menjadi penyebabnya, mulai dari penalti, masalah teknis, insiden balapan, hingga performa mobil yang kurang kompetitif dibanding para rival.
Pada 2018 misalnya, Hamilton gagal finis akibat masalah tekanan bahan bakar. Sementara pada 2020 ia kehilangan posisi podium setelah mendapat penalti waktu.
Musim 2021 juga menjadi salah satu kesempatan yang terbuang. Saat itu Hamilton mengalami kerusakan pada bagian lantai mobil yang membuat kecepatannya menurun drastis hingga akhirnya finis di luar podium.
Baca Juga: Keyakinan CEO Red Bull: Max Verstappen Tak Akan Tinggalkan Tim
Rekor Lewis Hamilton di GP Austria Sejak 2014
| Tahun | Hasil |
|---|---|
| 2014 | Posisi 2 |
| 2015 | Posisi 2 |
| 2016 | Juara |
| 2017 | Posisi 4 |
| 2018 | DNF |
| 2019 | Posisi 5 |
| 2020 | Posisi 4 |
| 2021 | Posisi 4 |
| 2022 | Posisi 3 |
| 2023 | Posisi 8 |
| 2024 | Posisi 4 |
| 2025 | Posisi 4 |
Modal Positif dari GP Spanyol
Kemenangan di GP Spanyol menjadi titik balik penting dalam musim pertamanya bersama Ferrari. Hasil tersebut membuktikan bahwa Hamilton masih mampu bersaing di barisan depan dan memaksimalkan performa mobil SF-26.
Karena itu, GP Austria 2026 akan menjadi ujian menarik. Di satu sisi, Hamilton sedang berada dalam momentum positif setelah menang di Barcelona.
Namun di sisi lain, ia harus menghadapi salah satu sirkuit yang selama ini tidak terlalu bersahabat dalam perjalanan kariernya.
Akhir pekan ini akan menjadi kesempatan bagi Hamilton untuk mematahkan tren tersebut sekaligus menambah koleksi kemenangan di Red Bull Ring yang sejauh ini masih bertahan di angka satu.
Baca Juga: Verstappen Kritik Mobil Baru Red Bull: Tidak Nyaman Dikendarai, Mirip Formula E
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News