KONTAN.CO.ID - Formula 1 kembali berlanjut dengan seri kedua musim ini yang digelar di China. Balapan di Shanghai International Circuit tidak hanya menjadi ajang penting dalam kalender F1.
Balapan akhir pekan di Shanghai juga akan menghadirkan format Sprint. Artinya, waktu latihan akan jauh lebih terbatas.
Karena itu, pemahaman terhadap karakter sirkuit menjadi kunci bagi para pembalap untuk tampil kompetitif sejak awal.
Berikut panduan lengkap mengenai Shanghai International Circuit, mulai dari statistik lintasan, sejarah Grand Prix China, hingga karakter trek yang menuntut presisi tinggi.
Baca Juga: Prediksi Cuaca F1 GP China 2026: Balapan di Shanghai Diprediksi Cerah
Statistik Utama Shanghai International Circuit
Shanghai International Circuit memiliki karakter lintasan yang cukup kompleks dengan kombinasi tikungan panjang, sektor teknis, serta salah satu trek lurus terpanjang dalam kalender Formula 1.
Mengutip data resmi penyelenggara Formula 1, berikut adalah beberapa data penting dari Shanghai International Circuit:
- Panjang sirkuit: 5,451 km
- Jumlah tikungan: 16
- Jumlah lap balapan: 56 lap
- Total jarak balapan: 305,066 km
- Rekor lap: 1 menit 32,238 detik - Michael Schumacher (2004)
Rekor tersebut dicatat oleh legenda Ferrari Michael Schumacher pada musim pertama GP China digelar di sirkuit ini.
Baca Juga: F1 GP China 2026: Inilah Alokasi Ban untuk Sprint Weekend di Shanghai
Sejarah Grand Prix China di Shanghai
Ide untuk menggelar balapan Formula 1 di China sebenarnya sudah muncul sejak awal 1990-an. Rencana tersebut baru benar-benar terwujud pada awal 2000-an ketika pengelola Shanghai International Circuit menandatangani kontrak tujuh tahun dengan Formula 1.
GP China pertama akhirnya digelar pada musim 2004, bersamaan dengan debut sirkuit Bahrain di kalender F1.
Balapan perdana tersebut berlangsung di tengah dominasi Ferrari pada era itu. Rubens Barrichello berhasil keluar sebagai pemenang, diikuti oleh Jenson Button di posisi kedua dan Kimi Raikkonen di tempat ketiga.
Pada musim 2005, Shanghai bahkan menjadi tuan rumah seri penutup musim.
Setelah itu, balapan biasanya ditempatkan di akhir kalender hingga tahun 2009 sebelum dipindahkan menjadi salah satu seri awal musim.
GP China sempat absen cukup lama antara 2020 hingga 2023 akibat pandemi Covid-19. Balapan ini akhirnya kembali masuk kalender Formula 1 pada 2024.
Baca Juga: Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa yang Menggantikan?
Karakter Sirkuit Shanghai
Berbeda dengan Albert Park di Melbourne yang merupakan sirkuit jalan raya semi permanen, Shanghai International Circuit adalah lintasan permanen yang dirancang khusus untuk balapan.
Permukaan sirkuit ini sempat diaspal ulang menjelang musim 2025, yang membuat tingkat grip meningkat drastis.
Namun kondisi tersebut juga menyebabkan sejumlah pembalap mengalami graining pada ban, terutama pada awal penggunaan permukaan baru.
Setelah digunakan sepanjang musim lalu, kondisi lintasan kini diperkirakan sudah lebih stabil.
Start balapan di Shanghai terkenal cukup menantang. Pembalap harus melewati serangkaian tikungan awal yang berliku sebelum menghadapi gaya gravitasi tinggi di Tikungan 7 dan 8.
Salah satu ciri khas sirkuit ini adalah lintasan lurus sepanjang 1,2 km, yang menjadi salah satu trek lurus terpanjang dalam kalender Formula 1. Area ini sering menjadi lokasi utama aksi salip-menyalip.
Zona pengereman keras juga menjadi karakter penting sirkuit ini, mirip dengan yang terlihat pada sesi uji coba pramusim di Bahrain.
Dengan mobil generasi terbaru dan hanya satu sesi latihan sebelum Sprint Qualifying, adaptasi terhadap karakter trek bisa menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Garuda Calling! Daftar Skuad Pertama John Herdman: Elkan Baggott Kembali
5 Fakta Menarik tentang Grand Prix China
Ada beberapa fakta unik yang membuat GP China semakin menarik dalam sejarah Formula 1. Di antaranya:
- Dari udara, desain sirkuit menyerupai karakter Mandarin “shang” yang berarti “ke atas”.
- 8 dari 12 GP China terakhir dimenangkan oleh pembalap yang start dari baris terdepan.
- Lewis Hamilton memegang rekor kemenangan terbanyak di GP China dengan 6 kemenangan.
- Ferrari dan Mercedes menjadi tim dengan podium terbanyak di Shanghai, masing-masing 13 podium.
- Jika Lando Norris menang di balapan ini, ia akan menyamai Mario Andretti, Carlos Reutemann, dan Alan Jones dengan 12 kemenangan dalam daftar sepanjang masa Formula 1.
Baca Juga: 10 Sprint Tercepat Liga Inggris 2025/26: Tchatchoua Tembus 37,30 Km/Jam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News