KONTAN.CO.ID - Musim baru Formula 1 2026 resmi dimulai akhir pekan ini lewat Grand Prix Australia.
Mengacu jadwal resmi Formula 1, laga di Sirkuit Albert Park akan dimulai dengan sesi Free Practice 1 dan 2 pada Jumat, 6 Maret 2026.
Free Practice 3 dan kualifikasi digelar Sabtu, 7 Maret, sebelum balapan utama 58 lap berlangsung Minggu, 8 Maret 2026.
Berikut rangkuman lengkap fakta penting, statistik kunci, hingga analisis performa tim jelang akhir pekan ini.
Baca Juga: Profil Reserve Driver F1 2026: Kombinasi Talenta Muda & Senior
Profil Albert Park: Statistik Kunci GP Australia
GP Australia pertama kali digelar di Albert Park pada 1996, meski balapan F1 di Australia sudah ada sejak 1985 saat masih berlangsung di Adelaide.
Berikut data menarik yang wajib Anda ketahui:
- GP pertama di Albert Park: 1996
- Panjang lintasan: 5,278 km
- Rekor lap: 1 menit 19,813 detik oleh Charles Leclerc (Ferrari, 2024)
- Pole position terbanyak: Lewis Hamilton (8 kali)
- Kemenangan terbanyak: Michael Schumacher (4 kali)
- Jarak pole ke titik pengereman Tikungan 1: 271 meter
- Jumlah overtake pada 2025: 45 kali
- Probabilitas Safety Car: 67%
- Probabilitas Virtual Safety Car: 67%
- Kerugian waktu pit stop: 19,30 detik (termasuk 2,5 detik diam di pit box)
Albert Park dikenal sebagai sirkuit semi-street dengan karakter teknis dan ritme cepat.
Revisi layout sempat dilakukan pada 2022. Beberapa perubahan signifikan termasuk pelebaran beberapa tikungan dan penghapusan chicane lama di Tikungan 9-10. Sejak saat itu, kecepatan rata-rata meningkat signifikan.
Salah satu momen paling kacau dalam sejarah GP Australia terjadi pada 2002. Delapan mobil langsung tersingkir di lap pertama akibat kecelakaan beruntun besar.
Insiden dipicu saat mobil Williams milik Ralf Schumacher terbang di atas Ferrari Rubens Barrichello setelah kontak di tikungan awal. Hampir sepertiga grid gagal melanjutkan balapan.
Baca Juga: Resmi: Barcelona Host F1 2028, 2030, 2032 Bergantian dengan Spa
Lima Pemenang Terakhir GP Australia
Berikut daftar juara dalam lima edisi terakhir:
- 2025 - Lando Norris (McLaren)
- 2024 - Carlos Sainz (Ferrari)
- 2023 - Max Verstappen (Red Bull)
- 2022 - Charles Leclerc (Ferrari)
- 2019 - Valtteri Bottas (Mercedes)
Balapan 2025 dimenangkan Lando Norris dalam kondisi cuaca campuran menggunakan ban intermediate. Performanya di race ini diakui menjadi fondasi gelar juara dunia pertamanya.
Baca Juga: Kasus Harry Maguire: 15 Bulan Penjara Bersyarat, Apa Dampaknya?
Tantangan Baru di Tahun 2026
Musim 2026 menghadirkan perubahan signifikan, termasuk spesifikasi ban baru.
Meskipun velg tetap berukuran 18 inci, dimensi ban kini lebih sempit dengan contact patch dan diameter keseluruhan yang diperkecil.
Pirelli menyebut sesi latihan awal akan sangat krusial untuk memahami distribusi suhu antara poros depan dan belakang.
Output tenaga ke roda belakang berpotensi menciptakan ketidakseimbangan temperatur yang perlu diatasi, khususnya saat kualifikasi.
Mode Overtake terbaru diprediksi dapat membantu pembalap dalam duel lintasan.
Balapan digelar pada awal musim gugur Australia dan satu pekan lebih awal dibanding tahun lalu, sehingga potensi perubahan suhu dan hujan tetap ada.
Namun, prakiraan awal menunjukkan balapan 2026 kemungkinan berlangsung dalam kondisi kering.
Baca Juga: Verstappen Kritik Mobil Baru Red Bull: Tidak Nyaman Dikendarai, Mirip Formula E
Siapa Favorit Pemenag GP Australia 2026?
Hasil Barcelona Shakedown dan dua tes pramusim di Bahrain menunjukkan empat tim diprediksi berada di barisan terdepan. Mereka adalah McLaren, Mercedes, Red Bull, dan Ferrari.
Bagi Norris, Melbourne menjadi lokasi sempurna untuk membuka musim, mengingat ia menang di sini tahun lalu.
Dengan prakiraan cuaca kering, ia tentu berharap bisa mengulang kesuksesan tersebut.
Baca Juga: FIFA Jual Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Hanya Rp 191 Ribuan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News