KONTAN.CO.ID - Persaingan di Formula One (F1) kini tak lagi hanya terjadi di lintasan. Fakta menunjukkan adanya persaingan baru di luar trek, tepatnya adu kecanggihan kecerdasan buatan (AI) antar tim.
Dalam enam bulan terakhir, sedikitnya delapan kemitraan baru antara tim F1 dan perusahaan AI tercatat.
Fenomena ini menandai perubahan besar, di mana teknologi mulai menjadi senjata utama dalam perebutan kemenangan.
Baca Juga: Kapan Arsenal Bisa Kunci Gelar Juara Liga Inggris 2025/26? Ini Skenario Tercepatnya
Aliansi AI: Senjata Rahasia Setiap Tim
Setiap tim kini berlomba menggandeng perusahaan teknologi terbaik untuk memperkuat analisis data dan strategi balapan.
Mengutip laporan Reuters, berikut adalah peta persaingan perang AI antar tim F1 musim ini:
| Tim F1 | Partner AI/Tech | Teknologi yang Digunakan | Fungsi Utama |
|---|---|---|---|
| Williams Racing | Anthropic | AI Claude (Generative AI) | Strategi balap, operasional tim |
| Red Bull Racing | Oracle | AI & Cloud Data Analytics | Pengambilan keputusan real-time |
| McLaren | Google Gemini (AI generatif) | Branding + analisis performa | |
| Aston Martin F1 Team | CoreWeave | Cloud AI Infrastructure | Pengolahan data skala besar |
| Formula One (organisasi) | Amazon Web Services | Generative AI & Cloud | Siaran TV, insight balapan |
| Formula One (global partner) | Lenovo | AI PC & perangkat pintar | Operasional, produktivitas tim |
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kekuatan tim kini tidak hanya ditentukan oleh mobil atau pembalap, tetapi juga oleh kemampuan mengolah data secara cerdas dan cepat.
Baca Juga: Adu Jumlah Trofi Barcelona Barcelona vs Real Madrid: Siapa Lebih Hebat?
Peran AI dalam Pengambilan Strategi
Jika dulu keputusan strategis sepenuhnya bergantung pada intuisi engineer, kini AI mampu mengolah jutaan data dalam hitungan detik.
Reuters menemukan bahwa AI kini mulai berperan dalam pemilihan ban, waktu pit stop, hingga respons terhadap kondisi lintasan. Semuanya dilakukan secara real-time.
Hal ini menjadi krusial di tengah regulasi ketat, termasuk batas biaya (cost cap) sebesar US$215 juta. AI membantu tim bekerja lebih efisien tanpa harus meningkatkan pengeluaran secara signifikan.
Data SponsorUnited mencatat pengeluaran tim F1 untuk teknologi mencapai sekitar US$769 juta musim lalu, meningkat 41% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, nilai sponsor tim F1 pada 2025 menyentuh US$2,54 miliar, kedua terbesar setelah National Football League (NFL).
Selain itu, Lenovo sebagai mitra global turut menghadirkan perangkat berbasis AI untuk mendukung operasional balapan, mulai dari mobilitas tim hingga kolaborasi jarak jauh.
Baca Juga: Aturan Baru F1 Dibahas, FIA Apresiasi Peran Pembalap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News