Perang AI di Formula 1: Tim Balap Adu Canggih Teknologi dan Data

Selasa, 05 Mei 2026 | 13:42 WIB
Perang AI di Formula 1: Tim Balap Adu Canggih Teknologi dan Data

ILUSTRASI. Balapan Formula 1 Musim 2020 (Pool via REUTERS/TOLGA BOZOGLU)


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Persaingan di Formula One (F1) kini tak lagi hanya terjadi di lintasan. Fakta menunjukkan adanya persaingan baru di luar trek, tepatnya adu kecanggihan kecerdasan buatan (AI) antar tim.

Dalam enam bulan terakhir, sedikitnya delapan kemitraan baru antara tim F1 dan perusahaan AI tercatat.

Fenomena ini menandai perubahan besar, di mana teknologi mulai menjadi senjata utama dalam perebutan kemenangan.

Baca Juga: Kapan Arsenal Bisa Kunci Gelar Juara Liga Inggris 2025/26? Ini Skenario Tercepatnya

Aliansi AI: Senjata Rahasia Setiap Tim

Setiap tim kini berlomba menggandeng perusahaan teknologi terbaik untuk memperkuat analisis data dan strategi balapan.

Mengutip laporan Reuters, berikut adalah peta persaingan perang AI antar tim F1 musim ini:

Tim F1 Partner AI/Tech Teknologi yang Digunakan Fungsi Utama
Williams Racing Anthropic AI Claude (Generative AI) Strategi balap, operasional tim
Red Bull Racing Oracle AI & Cloud Data Analytics Pengambilan keputusan real-time
McLaren Google Google Gemini (AI generatif) Branding + analisis performa
Aston Martin F1 Team CoreWeave Cloud AI Infrastructure Pengolahan data skala besar
Formula One (organisasi) Amazon Web Services Generative AI & Cloud Siaran TV, insight balapan
Formula One (global partner) Lenovo AI PC & perangkat pintar Operasional, produktivitas tim

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kekuatan tim kini tidak hanya ditentukan oleh mobil atau pembalap, tetapi juga oleh kemampuan mengolah data secara cerdas dan cepat.

Baca Juga: Adu Jumlah Trofi Barcelona Barcelona vs Real Madrid: Siapa Lebih Hebat?

Peran AI dalam Pengambilan Strategi

Jika dulu keputusan strategis sepenuhnya bergantung pada intuisi engineer, kini AI mampu mengolah jutaan data dalam hitungan detik.

Reuters menemukan bahwa AI kini mulai berperan dalam pemilihan ban, waktu pit stop, hingga respons terhadap kondisi lintasan. Semuanya dilakukan secara real-time.

Hal ini menjadi krusial di tengah regulasi ketat, termasuk batas biaya (cost cap) sebesar US$215 juta. AI membantu tim bekerja lebih efisien tanpa harus meningkatkan pengeluaran secara signifikan.

Data SponsorUnited mencatat pengeluaran tim F1 untuk teknologi mencapai sekitar US$769 juta musim lalu, meningkat 41% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, nilai sponsor tim F1 pada 2025 menyentuh US$2,54 miliar, kedua terbesar setelah National Football League (NFL).

Selain itu, Lenovo sebagai mitra global turut menghadirkan perangkat berbasis AI untuk mendukung operasional balapan, mulai dari mobilitas tim hingga kolaborasi jarak jauh.

Baca Juga: Aturan Baru F1 Dibahas, FIA Apresiasi Peran Pembalap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru