KONTAN.CO.ID - Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda hingga Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030.
Legenda Barcelona berusia 46 tahun ini menjadi pelatih non-Belanda pertama yang menangani Oranje sejak Ernst Happel meninggalkan jabatan tersebut pada 1978.
Xavi menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri setelah Belanda tersingkir secara mengecewakan pada Piala Dunia 2026. Oranje kalah dari Maroko pada babak 32 besar dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Utara.
Baca Juga: Eks-Asisten Pelatih Ungkap 3 Striker Incaran Man United sebelum Hojlund
Pelatih Non-Belanda Pertama sejak 1978
Sejak Ernst Happel meninggalkan kursi pelatih pada 1978, posisi tersebut selalu diisi pelatih asal Belanda. Setelah hampir lima puluh tahun, federasi sepak bola Belanda mempercayakan tim nasional kepada pelatih asing.
Jika melihat kembali perjalanan kariernya, Xavi bukan sosok yang asing dengan filosofi sepak bola Belanda.
Sebagai lulusan akademi Barcelona, La Masia, Xavi tumbuh dengan pengaruh Johan Cruyff. Sementara Cruyff merupakan salah satu tokoh utama yang membawa filosofi sepak bola Belanda ke Barcelona.
Xavi juga pernah bekerja dengan Louis van Gaal dan Frank Rijkaard, dua pelatih yang turut membentuk perjalanan kariernya sebagai pemain dan pelatih.
"Sebagai seseorang yang mendapat pendidikan di akademi Barca, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda," ujar Xavi, dikutip BBC.
Baca Juga: 3 Transfer Gagal Arsenal Musim Panas Ini, Siapa Incaran Berikutnya?
Bawa Filosofi Barcelona ke Timnas Belanda
Xavi ingin mempertahankan karakter sepak bola Belanda yang selama ini dikenal dengan permainan menyerang dan penguasaan bola.
"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang juga sangat menarik bagi saya, yaitu sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, semangat, dan keyakinan," katanya.
Menurut Xavi, kemenangan tetap menjadi tujuan utama. Namun, ia ingin Belanda meraih kemenangan dengan gaya bermain yang bisa dinikmati para pendukung.
Xavi menilai Belanda sudah memiliki fondasi yang kuat. Tugasnya kini adalah mengembangkan potensi tersebut dan membangun tim yang mampu bersaing di turnamen besar.
Baca Juga: Mourinho Ingin Pangkas Skuad, 5 Pemain Ini Terancam Pergi dari Real Madrid
Langsung Hadapi Jerman
Pertandingan pertama Xavi sebagai pelatih Belanda dijadwalkan menghadapi Jerman asuhan Jurgen Klopp pada 24 September dalam ajang Nations League.
Laga tersebut akan menjadi ujian pertama bagi Xavi untuk menerapkan filosofinya sekaligus melihat bagaimana skuad Belanda merespons perubahan di kursi pelatih.
Xavi diharapkan mampu membangun tim yang mampu bersaing hingga Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Sebelum menangani Barcelona, Xavi memulai karier sebagai pelatih bersama klub Qatar, Al Sadd, pada 2019.
Ia menikmati periode sukses di Qatar dengan mengantongi tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona.
Setelah meninggalkan Camp Nou pada 2024, Xavi sempat menerima tawaran dari sejumlah klub dan tim nasional. Namun, ia memilih beristirahat dan belum menemukan proyek yang benar-benar sesuai dengan keinginannya.
Baca Juga: Daftar Gaji Pelatih Liga Inggris Musim 2026/2027: Mikel Arteta Paling Mahal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News