Penjelasan Lengkap Pra-Kontrak dan Bosman Rule di Sepak Bola

Jumat, 02 Januari 2026 | 07:46 WIB
Penjelasan Lengkap Pra-Kontrak dan Bosman Rule di Sepak Bola

ILUSTRASI. Pelatih Manchester United, Ruben Amorim.


Sumber: Sporting News  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Jendela transfer musim dingin atau Januari telah resmi dibuka di sejumlah liga top Eropa. Kali ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang aturan pra-kontrak dan Bosman Rule yang kerap muncul di setiap bursa transfer.

Ada banyak pihak yang terlibat dalam setiap proses transfer pemain. Mulai dari agen, klub, federasi, hingga aturan internasional FIFA dan UEFA.

Salah satu mekanisme penting dalam proses tersebut adalah pre-contract agreement atau kesepakatan pra-kontrak, yang sering menjadi sorotan setiap kali bursa transfer Januari dibuka.

Baca Juga: Chelsea Cari Pelatih Baru Usai Pecat Maresca, Rosenior Terdepan

Apa Itu Pra-Kontrak dalam Sepak Bola?

Penjanjian pra-kontrak adalah perjanjian awal yang mengikat secara hukum antara seorang pemain dan klub baru, meskipun sang pemain masih terikat kontrak dengan klub lamanya.

Mengutip Sporting News, melalui pra-kontrak, kedua pihak sepakat bahwa kontrak resmi akan ditandatangani dan mulai berlaku setelah kontrak pemain dengan klub saat ini berakhir.

Sederhananya, pemain tetap bermain dan digaji oleh klub lama hingga masa kontraknya habis, sebelum akhirnya pindah secara gratis ke klub baru.

Baca Juga: Fakta Bursa Transfer Januari 2026 dan Daftar Transfer Paling Mahal yang Terjadi

Bagaimana Cara Kerja Pra-Kontrak?

Secara umum, pemain sepak bola diperbolehkan menandatangani pra-kontrak enam bulan sebelum kontrak mereka saat ini berakhir.

Karena sebagian besar kontrak pemain profesional berakhir pada 1 Juli, maka periode pra-kontrak biasanya dimulai pada 1 Januari di tahun yang sama.

Faktor itu yang membuat bursa transfer Januari menjadi momen krusial bagi klub untuk mengamankan pemain incaran secara gratis atau memperpanjang kontrak pemain kunci agar tidak pergi tanpa biaya transfer.

Jika klub gagal memperpanjang kontrak pemain sebelum periode ini, mereka berisiko kehilangan sang pemain secara cuma-cuma.

Di Inggris, aturan enam bulan sebelum kontrak berakhir hanya berlaku untuk transfer internasional. 

Jika seorang pemain ingin menandatangani pra-kontrak dengan klub lain yang masih berada di Inggris, maka ia baru diperbolehkan melakukannya satu bulan sebelum kontraknya habis.

Pada titik enam bulan terakhir, pemain biasanya sudah mengetahui apakah mereka akan memperpanjang kontrak atau memilih hengkang sebagai pemain bebas transfer.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Bursa Transfer Januari 2026 di Liga Top Eropa

Apa Itu Aturan Bosman?

Sistem pra-konrak dan bebas transfer yang berlaku saat ini berakar dari keputusan hukum penting pada tahun 1995, yang hingga saat ini akrab dikenal sebagai Bosman Rule.

Sebelum aturan ini berlaku, pemain tetap tidak bisa pindah klub secara bebas meskipun kontraknya telah habis.

Kasus ini berjudul resmi Union Royale Belge des Societes de Football Association ASBL vs. Jean-Marc Bosman.

Jean-Marc Bosman, seorang pemain asal Belgia, menggugat klubnya RFC Liege, Federasi Sepak Bola Belgia, dan UEFA karena pembatasan kebebasan kerjanya.

Pengadilan Eropa memutuskan kemenangan bagi Bosman. Putusan ini mengubah sepak bola selamanya dengan memperkenalkan sistem free transfer dan hak pemain untuk menandatangani perjanjian pra-konrak.

Baca Juga: Daftar 5 Pemain Manchester United yang Berpotensi Hengkang di Bursa Transfer Januari

Selanjutnya: Potensi Cuan Awal Tahun: 11 Emiten Bayarkan Dividen Januari 2026, Ada yang Blue Chip

Menarik Dibaca: Promo Bakmi GM Spesial Awal Tahun, Paket Bakmi Ayam & Minum Cuma Rp 26.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru