KONTAN.CO.ID - Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, mendesak otoritas sepak bola Eropa menjatuhkan sanksi berat kepada winger Benfica, Gianluca Prestianni.
Desakan ini dilakukan setelah muncul tuduhan ucapan bernada rasis terhadap Vinicius Jr dalam laga playoff Liga Champions, Selasa (16/2) waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi saat Madrid menang tipis 1-0 pada leg pertama di Lisbon. Prestianni membantah keras tuduhan itu dan menyatakan Vinicius salah mendengar ucapannya.
Baca Juga: Luis Enrique Soal Kritik Dembele: Kebisingan Itu Biasa di PSG
Gol Vinicius Picu Insiden Panas
Ketegangan bermula beberapa saat setelah Vinicius membawa Madrid unggul pada awal babak kedua lewat tendangan melengkung indah.
Tak lama kemudian, kamera televisi menangkap Prestianni menutup mulutnya dengan jersey sebelum mengatakan sesuatu ke arah Vinicius.
Ucapan tersebut ditafsirkan pemain Madrid sebagai hinaan rasial. Situasi memanas hingga wasit asal Prancis, Francois Letexier, menghentikan pertandingan selama sekitar 11 menit setelah mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA.
Rekaman siaran juga menunjukkan Mbappe berhadapan langsung dengan Prestianni sambil melontarkan kemarahan, bahkan menyebutnya “rasis” di lapangan.
Setelah laga dilanjutkan, suasana stadion menjadi semakin tidak bersahabat. Setiap sentuhan bola dari Mbappe dan Vinicius disambut sorakan dan cemoohan keras dari suporter tuan rumah.
Meski demikian, pertandingan akhirnya bisa diselesaikan tanpa gangguan tambahan.
Baca Juga: Stephen Curry Pastikan Kembali ke 3-Point Contest 2027, Ajak Klay Thompson
Prestianni: Saya Tidak Pernah Rasis
Melalui akun Instagram pribadinya, Prestianni menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan kata-kata rasis.
"Saya ingin menjelaskan bahwa saya sama sekali tidak melontarkan hinaan rasial kepada Vini Jr, yang sayangnya salah memahami apa yang dia dengar. Saya tidak pernah rasis kepada siapa pun dan saya menyesalkan ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid," tulisnya, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Verstappen Kritik Mobil Baru Red Bull: Tidak Nyaman Dikendarai, Mirip Formula E
Mbappe: Prestianni Tak Layak Bermain di UCL
Mbappe memiliki versi berbeda terkait situasi tersebut. Ia mengaku mendengar langsung Prestianni mengulang ucapan rasis tersebut beberapa kali. Tuduhan serupa juga disampaikan gelandang Madrid, Aurelien Tchouameni.
Striker Prancis itu bahkan mengaku sempat ingin meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, namun dibujuk Vinicius untuk tetap melanjutkan pertandingan.
“Kita tidak bisa menerima ada pemain di kompetisi tertinggi Eropa bertindak seperti ini. Orang ini tidak pantas bermain di Liga Champions lagi,” tegas Mbappe kepada wartawan usai pertandingan.
Saat ditanya apakah Prestianni telah meminta maaf, Mbappe hanya tertawa dan menjawab singkat, “Tentu saja tidak.”
Baca Juga: Arbeloa Bandingkan Mbappe dengan Ronaldo, Ini Fakta Statistiknya
Vinicius: Rasis adalah Pengecut
Vinicius kemudian menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial. Ia menyebut pelaku rasisme sebagai sosok pengecut yang bersembunyi di balik tindakan terselubung.
"Rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu menutup mulut dengan baju untuk menunjukkan kelemahan mereka. Sayangnya, mereka dilindungi oleh pihak-pihak yang seharusnya menghukum mereka," tulis Vini.
Pemain Brasil itu menambahkan bahwa kejadian semacam ini bukan hal baru dalam hidupnya maupun keluarganya.
Sejak 2022, Vinicius tercatat telah menjadi target berbagai aksi rasis di Spanyol, dengan setidaknya 18 laporan hukum diajukan terkait pelecehan rasial terhadap dirinya.
Baca Juga: Aksi Mogok Main Ronaldo: Ini 3 Momen Kontroversial Sepanjang Kariernya
Selanjutnya: Promo Es Krim di Indomaret 19 Februari-4 Maret 2026, Ada Magnum Hemat 50%
Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Memantul Naik ke atas US$ 4.900, Setelah Turun Lebih 3%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News