KONTAN.CO.ID - Pelatih Paris Saint‑Germain, Luis Enrique, menepis kritik terkait kurangnya semangat kebersamaan di dalam timnya.
Pernyataan tersebut sebelumnya dilontarkan oleh peraih Ballon d’Or, Ousmane Dembele, menjelang laga leg pertama playoff babak gugur Liga Champions melawan AS Monaco pada Selasa (17/2) waktu setempat.
Dembele mengkritik rekan-rekannya usai PSG kalah 1-3 dari Stade Rennais di lanjutan Ligue 1. Ia menyerukan pentingnya persatuan tim serta meminta para pemain berhenti bermain untuk kepentingan pribadi.
Kekalahan tersebut menjadi bagian dari periode sulit PSG dalam beberapa bulan terakhir.
Selain gagal menembus delapan besar fase awal Liga Champions UEFA, dominasi mereka di Ligue 1 juga tidak sekuat musim-musim sebelumnya.
Baca Juga: Mourinho Waspada: Real Madrid yang Terluka Justru Paling Berbahaya
Luis Enrique Maklumi Kritik Pemain
Menanggapi komentar Dembele, Luis Enrique memilih meredam situasi. Ia menilai sorotan tajam terhadap PSG merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan.
“Selalu ada banyak kebisingan di sekitar PSG, dan kami harus menerimanya,” ujarnya dalam konferensi pers jelang AS Monaco, seperti dikutip Reuters.
Menurut Enrique, kekalahan tersebut terasa kejam karena peluang yang diciptakan tim sebenarnya tidak jauh berbeda dengan saat mereka membantai Olympique de Marseille dengan skor telak.
“Kami menciptakan peluang yang mirip seperti saat mencetak lima gol ke gawang Marseille, tetapi kali ini hanya menghasilkan satu gol,” katanya.
Baca Juga: Resmi: Barcelona Host F1 2028, 2030, 2032 Bergantian dengan Spa
Motivasi Kuat Menghadapi Monaco
Enrique mengakui timnya berharap datang ke Monaco dengan modal kemenangan. Namun, ia menegaskan motivasi PSG tetap tinggi karena laga ini merupakan pertandingan Liga Champions.
PSG sendiri pernah kalah 0-1 dari Monaco pada pertemuan November lalu. Meski demikian, Enrique tidak berniat mengubah pendekatan permainan.
“Kami memperkirakan pertandingan akan mirip dengan sebelumnya. Kami tidak akan mengubah apa pun karena target kami adalah menang,” lanjutnya.
Pelatih berusia 54 tahun itu juga menepis anggapan bahwa menghadapi sesama klub Prancis di kompetisi Eropa menjadi tantangan khusus.
Menurutnya, sepak bola tetap sama di mana pun kompetisinya. Fokus utama adalah menampilkan performa terbaik.
Enrique menambahkan, musim lalu PSG juga memulai Liga Champions dengan efektivitas rendah, tetapi akhirnya mampu menunjukkan keunggulan atas lawan-lawan mereka.
"Saya berharap melihat versi terbaik PSG. Kami yakin bisa kembali ke level itu dengan cepat," pungkasnya.
Baca Juga: Stephen Curry Pastikan Kembali ke 3-Point Contest 2027, Ajak Klay Thompson
Selanjutnya: Tanggal Merah Februari: Libur Imlek Habis, Ini Jadwal Berikutnya!
Menarik Dibaca: Cek Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Pekalongan Tepat Waktu agar Ibadah Akurat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News