KONTAN.CO.ID - Tim McLaren memastikan akan membawa mobil dengan konsep yang benar-benar baru saat Formula 1 kembali digelar di Grand Prix Miami, Mei mendatang. Hal ini diungkap langsung oleh prinsipal tim, Andrea Stella.
Reuters pada Kamis (23/4), melaporkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah jeda balapan selama lima pekan, yang memberi waktu tambahan bagi tim untuk mengembangkan performa mobil secara signifikan.
Baca Juga: Aturan Baru F1 Dibahas, FIA Apresiasi Peran Pembalap
Upgrade Besar Fokus Aerodinamika
Stella menjelaskan bahwa perubahan besar akan terlihat terutama pada sektor aerodinamika.
Pengembangan ini memang sudah direncanakan sejak awal musim, khususnya untuk seri balapan di Amerika Utara.
“Sejak awal kami memang menargetkan menghadirkan mobil yang sepenuhnya baru dari sisi aerodinamika untuk balapan di Amerika Utara,” ujar Stella, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, perubahan kalender balapan justru memberi keuntungan tersendiri.
Dengan tidak adanya balapan sepanjang April, tim bisa lebih fokus pada pengembangan dibandingkan harus membagi waktu dengan agenda balapan.
Stella mengingatkan bahwa hampir semua tim juga akan membawa pembaruan besar pada periode yang sama. Artinya, perubahan ini belum tentu langsung mengubah peta persaingan.
“Di Miami dan Kanada, kita akan melihat mobil yang sepenuhnya baru. Tapi ini juga akan terjadi pada tim lain. Jadi ini lebih seperti adu cepat siapa yang bisa meningkatkan performa paling besar,” jelasnya.
Baca Juga: Dampak Perang Iran, Balapan F1 di Bahrain dan Arab Saudi Akan Dibatalkan
Persaingan Ketat dengan Mercedes
Saat ini, Mercedes tampil dominan dengan menyapu bersih tiga balapan awal musim. Mereka bahkan mengamankan finish 1-2 di dua seri pertama.
Pada balapan terakhir di Suzuka, Jepang, pembalap McLaren Oscar Piastri finis di posisi kedua, tepat di belakang rookie Mercedes, Kimi Antonelli.
Piastri sebenarnya berpeluang menang, namun momentum berubah akibat periode safety car yang justru menguntungkan Antonelli.
Saat ini McLaren berada di posisi ketiga klasemen konstruktor, tertinggal 89 poin dari Mercedes.
Sebagai juara konstruktor dua musim terakhir, McLaren memiliki keterbatasan dalam penggunaan wind tunnel dan CFD (computational fluid dynamics).
Namun, kepala desainer Rob Marshall menilai hal tersebut bukan hambatan besar.
Menurutnya, keterbatasan justru memaksa tim lebih efisien dalam memilih pengembangan yang benar-benar berdampak.
“Kalau pendekatannya tepat, Anda hanya fokus pada pengembangan yang benar-benar bekerja, bukan sekadar eksperimen yang ‘menarik tapi tidak penting’,” ujarnya.
Baca Juga: Selain Verstappen, Ini 6 Pebalap F1 yang Sukses di Ajang Lain Saat Masih Aktif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News