Apa Itu Hydration Break di Piala Dunia 2026? Ini Penjelasan dan Kontroversinya

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:30 WIB
Apa Itu Hydration Break di Piala Dunia 2026? Ini Penjelasan dan Kontroversinya

ILUSTRASI. FIFA World Cup / Piala Dunia (IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Kirby Lee)


Sumber: FIFA.com  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Ada cukup banyak kontroversi yang mewarnai gelaran Piala Dunia 2026. Salah satunya adalah kebijakan Hydration Break atau jeda minum wajib di setiap pertandingan.

FIFA menyebut kebijakan itu bertujuan melindungi pemain dari risiko cuaca panas. Di sisi lain, sebagian suporter menilai jeda tersebut justru membuka ruang lebih besar bagi iklan televisi selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Sepi Penonton Asing: Harga Tiket Tinggi dan Visa Jadi Hambatan

Apa Itu Hydration Break?

Hydration break adalah jeda selama tiga menit yang diberikan kepada pemain untuk minum dan mendinginkan tubuh di tengah pertandingan.

Pada Piala Dunia 2026, FIFA mewajibkan jeda ini berlangsung dua kali dalam satu pertandingan, yakni sekali pada setiap babak.

Jeda biasanya dilakukan ketika laga memasuki menit ke-22 setiap babak, meski dapat dimulai sedikit lebih awal jika terjadi penghentian permainan karena alasan lain.

Selama jeda berlangsung, pemain dapat mengonsumsi cairan dan melakukan pendinginan tubuh guna mengurangi risiko kelelahan akibat suhu tinggi.

Baca Juga: 26 Pemain Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 dan Market Value Terbarunya

Mengapa FIFA Menerapkannya?

Menurut FIFA, aturan tersebut dibuat sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca panas yang berpotensi terjadi selama turnamen berlangsung.

FIFA menyebut pengalaman dari berbagai turnamen sebelumnya, termasuk Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat, menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penerapan aturan baru ini.

Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan hydration break merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kondisi terbaik bagi para pemain dengan memanfaatkan pengalaman dari turnamen-turnamen sebelumnya.

Menariknya, aturan ini berlaku untuk seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk laga yang dimainkan di stadion tertutup atau berpendingin udara.

Baca Juga: Ranking FIFA Peserta Piala Dunia 2026: Argentina Nomor 1, Selandia Baru Terendah

Mengapa Hydration Break Menuai Kontroversi?

Kontroversi muncul setelah FIFA mengizinkan stasiun televisi menayangkan iklan selama hydration break berlangsung.

Kebijakan tersebut memicu anggapan bahwa aturan baru ini tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pemain, tetapi juga membuka peluang tambahan untuk penjualan slot iklan siaran.

Dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026, jaringan televisi Fox diketahui menayangkan iklan selama jeda minum berlangsung.

Bahkan, pada satu momen, siaran disebut sempat kehilangan sebagian aksi pertandingan karena jeda komersial tersebut.

Selain itu, sejumlah penggemar menilai hydration break mengubah ritme tradisional sepak bola yang selama ini dimainkan dalam dua babak masing-masing 45 menit tanpa jeda di tengah babak.

Keberadaan jeda minum membuat alur pertandingan terasa lebih mirip olahraga Amerika Serikat seperti basket atau american football yang memiliki beberapa jeda reguler untuk kebutuhan siaran dan iklan.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Spanyol di Fase Grup Piala Dunia 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru