Aturan Baru F1 Dibahas, FIA Apresiasi Peran Pembalap

Senin, 20 April 2026 | 12:17 WIB
Aturan Baru F1 Dibahas, FIA Apresiasi Peran Pembalap

ILUSTRASI. Ilustrasi balapan Formula 1 (Pool via REUTERS/TOLGA BOZOGLU)


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Federasi otomotif dunia, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), menyebut masukan para pembalap sebagai hal yang sangat berharga menjelang pertemuan penting dengan tim-tim Formula One (F1) hari Senin (20/4).

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mengungkapkan bahwa diskusi antara pihaknya dan para pembalap berlangsung konstruktif.

Ia menegaskan bahwa keselamatan serta daya saing balapan menjadi fokus utama dalam setiap usulan perubahan aturan.

“Para pembalap telah memberikan masukan yang sangat berharga, khususnya terkait manajemen energi agar balapan tetap aman, adil, dan kompetitif,” ujar Ben Sulayem melalui media sosial, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Selain Verstappen, Ini 6 Pebalap F1 yang Sukses di Ajang Lain Saat Masih Aktif

Perubahan Mesin Dikeluhkan Pembalap

Dalam beberapa musim terakhir, F1 mengalami perubahan besar pada sektor sasis dan mesin.

Regulasi terbaru menghadirkan power unit dengan komposisi tenaga sekitar 50 persen listrik dan 50 persen mesin pembakaran internal. Namun, perubahan ini memunculkan sejumlah keluhan dari pembalap. 

Mereka menilai sistem manajemen energi membuat mereka harus mengurangi kecepatan lebih awal dan melakukan “lift and coast” sebelum memasuki tikungan cepat, demi mengisi ulang baterai.

Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kualitas balapan sekaligus menimbulkan potensi risiko keselamatan.

Pembalap Mercedes, George Russell, yang juga menjabat sebagai direktur Asosiasi Pembalap Grand Prix (Grand Prix Drivers' Association/GPDA), menyebut hubungan antara pembalap dan FIA saat ini berada dalam kondisi terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

“Ada banyak diskusi positif dengan FIA, dan semua pihak memiliki tujuan yang sama,” kata Russell.

Ia menyoroti dua poin utama yang menjadi perhatian pembalap, yakni sesi kualifikasi yang harus dilakukan tanpa “lift and coast”, serta pengurangan perbedaan kecepatan antar mobil di lintasan.

Baca Juga: Dampak Perang Iran, Balapan F1 di Bahrain dan Arab Saudi Akan Dibatalkan

Insiden Jepang Menegaskan Adanya Masalah Serius

Isu keselamatan semakin mengemuka setelah kecelakaan yang dialami pembalap Haas, Oliver Bearman, di Jepang pada bulan Maret. 

Dalam insiden tersebut, mobil Bearman menghantam pembatas dengan gaya benturan mencapai 50G.

Kecelakaan terjadi akibat perbedaan kecepatan signifikan, sekitar 50 km/jam, antara mobil yang menggunakan dorongan tenaga listrik penuh dan mobil yang kekurangan daya baterai.

Insiden ini memicu desakan agar FIA segera melakukan penyesuaian regulasi, terutama terkait sistem energi dan keselamatan di lintasan.

FIA menyatakan telah menggelar serangkaian pertemuan dengan perwakilan teknis tim dan produsen mesin untuk merumuskan perubahan aturan.

Hasil dari rapat dengan tim F1 akan diajukan ke Dewan Motorsport Dunia (WMSC) untuk disahkan melalui mekanisme e-vote.

“Keselamatan dan kepentingan terbaik olahraga ini tetap menjadi prioritas utama,” tegas Ben Sulayem.

Baca Juga: Profil Reserve Driver F1 2026: Kombinasi Talenta Muda & Senior

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru