Piala Dunia 2026 Sepi Penonton Asing: Harga Tiket Tinggi dan Visa Jadi Hambatan

Jumat, 12 Juni 2026 | 12:36 WIB
Piala Dunia 2026 Sepi Penonton Asing: Harga Tiket Tinggi dan Visa Jadi Hambatan

ILUSTRASI. Kemeriahan Meksiko menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)


Sumber: Reuters  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko belum memberikan dampak besar bagi industri perjalanan dan pariwisata Amerika Serikat.

Menjelang kick-off turnamen, lonjakan wisatawan yang selama ini diharapkan hotel, maskapai penerbangan, hingga pelaku wisata belum juga terlihat.

Sejumlah hotel bahkan mulai menurunkan tarif kamar karena tingkat pemesanan yang lebih rendah dari perkiraan.

CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani, menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang mengecewakan.

"Ini secara keseluruhan mengecewakan. Tidak ada kata lain yang bisa saya katakan," ujar Dandapani, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, asosiasi hotel New York memangkas proyeksi pendapatan kamar yang terkait dengan Piala Dunia hingga 60 persen menjadi sekitar US$60 juta.

Baca Juga: Kapan Timnas Belanda Main? Ini Jadwal Lengkapnya di Fase Grup Piala Dunia 2026

Tiket Mahal, Visa, dan Biaya Perjalanan Jadi Penghalang

Data Cirium menunjukkan pemesanan penerbangan dari Eropa menuju sebagian besar kota tuan rumah pada Juni dan Juli turun rata-rata 3,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Khusus New York, yang akan menjadi lokasi final pada 19 Juli, pemesanan penerbangan dari Eropa turun 15,8 persen.

FIFA sebelumnya memperkirakan sekitar 1,2 juta penggemar akan datang ke New York selama turnamen. Namun, asosiasi hotel setempat kini hanya memperkirakan sekitar 500.000 pengunjung.

Harga tiket pertandingan terus menjadi sorotan. Untuk pertama kalinya FIFA menerapkan sistem harga dinamis yang membuat harga tiket meningkat seiring mendekatnya turnamen.

Menurut TicketData, tiket termurah untuk pertandingan di kota-kota seperti New York dan Miami kini mendekati US$1.000 atau hampir Rp18 juta.

Kondisi itu membuat sebagian penggemar memilih menonton dari tempat lain yang lebih murah.

"Beberapa teman saya memilih pergi ke Ibiza untuk menonton semua pertandingan di televisi dengan biaya yang jauh lebih murah. Ada juga yang pergi ke Las Vegas," kata suporter Inggris Andy Milne, penulis buku That World Cup Guy.

Menurut Milne, biaya tiket, transportasi, hotel, dan perjalanan menuju stadion membuat banyak suporter berpikir ulang untuk datang langsung ke Amerika Serikat.

Baca Juga: 26 Pemain Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 dan Market Value Terbarunya

Hotel Sampai Pangkas Tarif

Dandapani mengatakan New York Hilton Midtown, hotel terbesar di kota tersebut, memangkas tarif kamar selama turnamen hingga sekitar setengah dari harga yang pernah dipasarkan pada Desember lalu menjadi US$415 per malam.

Data perusahaan analisis CoStar juga menunjukkan rata-rata pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah hanya naik 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, sektor penyewaan akomodasi seperti Airbnb justru diuntungkan. Pada Mei lalu, mereka mengatakan bahwa Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi acara terbesar dalam sejarah perusahaan.

Data AirDNA menunjukkan pemesanan akomodasi sewa jangka pendek meningkat di sejumlah kota tuan rumah, termasuk Boston dan Los Angeles, terutama untuk kategori penginapan ekonomis.

Ekonom utama AirDNA, Jamie Lane, menilai dampak Piala Dunia terhadap permintaan wisata tetap terlihat meski tidak sebesar yang diharapkan banyak pihak.

"Ada jauh lebih banyak permintaan perjalanan rekreasi di semua kota ini karena Piala Dunia. Itu tidak bisa dibantah," kata Lane.

Baca Juga: Kontroversi Piala Dunia 2026, Demonstran Minta FIFA Keluarkan Iran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru