KONTAN.CO.ID - FIFA resmi memberlakukan sejumlah aturan baru menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Perubahan regulasi ini dirancang untuk mengurangi aksi buang waktu, meningkatkan tempo pertandingan, memperluas penggunaan Video Assistant Referee (VAR), serta memperkuat upaya melawan diskriminasi di lapangan.
FIFA menyebut perubahan ini bertujuan meningkatkan pengalaman pemain maupun penonton sekaligus menjaga kelancaran jalannya pertandingan.
Baca Juga: Kontroversi Piala Dunia 2026, Demonstran Minta FIFA Keluarkan Iran
FIFA Perangi Aksi Buang Waktu
Salah satu perubahan paling mencolok adalah hukuman yang lebih tegas terhadap pemain yang dianggap sengaja mengulur waktu.
Apabila wasit menilai seorang pemain atau kiper terlalu lama melakukan tendangan gawang, wasit akan melakukan hitungan mundur selama lima detik menggunakan isyarat tangan.
Jika bola belum dimainkan setelah hitungan berakhir, tim lawan akan mendapat hadiah tendangan sudut.
Selain itu, FIFA memperketat proses pergantian pemain. Pemain yang ditarik keluar hanya memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan.
Jika melewati batas tersebut, pemain pengganti tidak bisa langsung masuk dan harus menunggu hingga penghentian permainan berikutnya yang terjadi setidaknya satu menit kemudian.
Baca Juga: Ranking FIFA Peserta Piala Dunia 2026: Argentina Nomor 1, Selandia Baru Terendah
Larangan Menutupi Mulut Saat Berdebat
FIFA juga memperkenalkan aturan baru terkait tindakan pemain yang menutupi mulut saat berhadapan dengan lawan.
Pemain tidak diperbolehkan sengaja menutupi mulut ketika terlibat konfrontasi. Dalam kasus tertentu, tindakan tersebut dapat berujung kartu merah.
Perubahan ini muncul setelah sejumlah kontroversi, termasuk insiden yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dan bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Portugal di Fase Grup Piala Dunia 2026
VAR Kini Bisa Tinjau Lebih Banyak Keputusan
Sebelumnya, sejumlah keputusan wasit tidak dapat ditinjau ulang melalui VAR. Kini teknologi tersebut dapat digunakan untuk memeriksa kartu kuning kedua yang dinilai tidak tepat, kasus salah identitas pemain, hingga keputusan tendangan sudut yang keliru.
VAR juga dapat meninjau pelanggaran dalam fase serangan yang terjadi sebelum tendangan bebas atau tendangan sudut apabila situasi tersebut berujung pada gol, penalti, atau keputusan disipliner penting.
FIFA turut memperketat aturan terkait aksi protes terhadap keputusan wasit. Pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes dapat langsung menerima kartu merah.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Spanyol di Fase Grup Piala Dunia 2026
Daftar Aturan Baru Piala Dunia 2026
Secara umum, berikut adalah daftar aturan baru yang diterapkan selama Piala Dunia 2026:
- Wasit dapat menghitung mundur lima detik untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam.
- Tim lawan mendapat tendangan sudut jika pemain terlalu lama melakukan tendangan gawang.
- Pemain yang diganti wajib keluar lapangan dalam 10 detik.
- Pemain yang mendapat perawatan medis harus keluar lapangan dan menunggu satu menit sebelum kembali.
- Larangan menutupi mulut saat konfrontasi dengan lawan.
- VAR dapat meninjau kartu kuning kedua yang dianggap tidak tepat.
- VAR dapat memeriksa kasus salah identitas pemain.
- VAR dapat meninjau keputusan tendangan sudut yang keliru.
- Pemain yang meninggalkan lapangan untuk memprotes wasit bisa mendapat kartu merah.
- Ofisial yang mendorong aksi protes serupa juga dapat diusir.
Dengan berbagai perubahan tersebut, FIFA berharap Piala Dunia 2026 dapat berlangsung dengan tempo permainan yang lebih cepat dan keputusan wasit yang lebih akurat.
Baca Juga: 10 Pemain Termahal di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tembus Rp7,51 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News