Kriteria Penilaian Ballon d'Or 2026: Juara UCL dan Piala Dunia Penting?

Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:20 WIB
Kriteria Penilaian Ballon d'Or 2026: Juara UCL dan Piala Dunia Penting?

ILUSTRASI. Ousmane Dembele menerima trofi Ballon dOr 2025 (Benoit Tessier/REUTERS)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Ballon d'Or 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling sulit diprediksi dalam beberapa tahun terakhir.

Bukan tanpa alasan, tidak ada satu pemain yang benar-benar mendominasi sepanjang musim 2025/2026.

Nama-nama seperti Lamine Yamal, Rodri, Ousmane Dembele, Kylian Mbappe, Harry Kane, hingga Lionel Messi sama-sama masuk dalam bursa kandidat.

Namun, sejarah menunjukkan bahwa statistik individu saja belum cukup untuk memenangkan Ballon d'Or.

Baca Juga: Real Madrid Bantah Dekati Rodri, Ini Statistik Pemain Terbaik Piala Dunia 2026

Gelar Juara Jadi Faktor Penting Penilaian

Sejak France Football mengubah sistem penilaian, Ballon d'Or kini diberikan berdasarkan performa pemain selama satu musim kompetisi, bukan lagi satu tahun kalender.

Penilaian mencakup performa individu, kontribusi di laga-laga penting, konsistensi sepanjang musim, hingga pencapaian bersama klub maupun tim nasional.

Artinya, gelar seperti Liga Champions dan Piala Dunia sering menjadi pembeda dalam perebutan Ballon d'Or.

Mengutip catatan ballondor.com, hanya empat pemain yang mampu memenangi penghargaan tersebut tanpa meraih Liga Champions, Piala Dunia, Piala Eropa, atau Copa America pada musim yang sama dalam 19 edisi terakhir.

Lionel Messi menyumbang tiga di antaranya pada 2010, 2012, dan 2019, sedangkan Cristiano Ronaldo melakukannya pada 2013.

Catatan tersebut membuat pemain yang gagal meraih trofi mayor biasanya harus bekerja lebih keras untuk meyakinkan para jurnalis pemilih, meski memiliki catatan gol atau assist yang luar biasa.

Baca Juga: Viral Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia Tembus 23 Juta Dukungan, Ini Isinya

Lamine Yamal dan Rodri Punya Modal Terkuat

Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 membuat banyak analis menempatkan Lamine Yamal dan Rodri di barisan terdepan kandidat Ballon d'Or.

Yamal menjalani musim luar biasa bersama Barcelona dengan torehan 24 gol dan 18 assist dalam 45 pertandingan, sebelum mengantar Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia di usia 19 tahun.

Rodri juga memiliki modal yang tidak kalah kuat. Meski hanya mencetak dua gol dalam 33 pertandingan bersama Manchester City, gelandang tersebut kembali membuktikan perannya sebagai pengatur permainan Spanyol.

Ia bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026 (Golden Ball) setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.

Baca Juga: 12 Pemain dengan Kenaikan Nilai Pasar Terbesar usai Piala Dunia 2026

Dembele Diuntungkan Gelar Liga Champions

Selain pemain Spanyol, Ousmane Dembele juga masuk dalam daftar favorit setelah membawa Paris Saint-Germain mempertahankan gelar Liga Champions.

Winger asal Prancis itu mengoleksi 20 gol dan 11 assist dalam 40 pertandingan, kemudian melanjutkan performa apiknya di Piala Dunia dengan sumbangan enam gol dan dua assist.

Di luar tiga nama tersebut, Kylian Mbappe tetap layak diperhitungkan setelah mencetak 42 gol dan tujuh assist dalam 44 pertandingan bersama Real Madrid, serta menambahkan 10 gol dan empat assist di Piala Dunia 2026.

Harry Kane juga tampil sangat produktif dengan koleksi 61 gol dan tujuh assist dalam 51 pertandingan bersama Bayern Munchen.

Sementara itu, Lionel Messi kembali menunjukkan kualitasnya meski telah berusia 39 tahun. Kapten Argentina itu membukukan 13 gol dan tujuh assist bersama Inter Miami, lalu mengemas delapan gol dan empat assist di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: FIFA Bantah Isu Match Fixing di Piala Dunia 2026, Ini Pernyataan Resminya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru