Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa yang Menggantikan?

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:33 WIB
Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa yang Menggantikan?

ILUSTRASI. Bendera Iran, dan grafik saham yang meningkat muncul dalam ilustrasi ini yang (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Kemungkinan Iran mundur dari Piala Dunia 2026 mulai menjadi perhatian serius di kalangan sepak bola internasional.

Jika skenario itu benar-benar terjadi, FIFA harus segera menentukan siapa yang berhak menggantikan posisi tim nasional Iran di turnamen terbesar dunia tersebut.

Isu ini mencuat setelah pernyataan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, yang menyebut negaranya tidak mungkin berpartisipasi dalam Piala Dunia yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pernyataan itu sekaligus menjadi indikasi paling jelas sejauh ini bahwa Iran bisa saja menarik diri dari turnamen tersebut.

Jika Iran benar-benar mundur, FIFA menghadapi situasi yang hampir tidak memiliki preseden dalam era modern sepak bola.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: Kejutan Skor Besar Hiasi Babak 16 Besar!

Mengapa Iran Terancam Mundur?

Pernyataan Donyamali muncul setelah serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Peristiwa tersebut memicu konflik regional yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dalam kondisi tersebut, Iran menilai hampir mustahil bagi tim nasionalnya untuk tampil di Piala Dunia yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa Donald Trump telah memberikan jaminan bahwa Iran tetap “dipersilakan bertanding” di turnamen yang digelar di Amerika Serikat.

Dalam jadwal yang sudah disusun, Iran dijadwalkan memainkan laga pertama fase grup melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni.

Baca Juga: Garuda Calling! Daftar Skuad Pertama John Herdman: Elkan Baggott Kembali

Apa yang Terjadi Jika Iran Mundur?

Mengutip Reuters, situasi mundurnya sebuah tim dari Piala Dunia telah diatur dalam Pasal 6 regulasi Piala Dunia FIFA.

Aturan tersebut memang menyebutkan adanya sanksi finansial bagi tim yang mundur dari turnamen. Namun di sisi lain, FIFA juga memiliki kewenangan penuh untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk menunjuk tim pengganti.

James Kitching, mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, mengatakan tidak ada preseden modern untuk situasi seperti ini.

Ia menjelaskan bahwa FIFA bahkan tidak diwajibkan mengganti tim yang mundur dengan wakil dari konfederasi yang sama.

“Itu berarti, misalnya, tim yang mundur tidak harus digantikan oleh tim dari konfederasi yang sama, atau bahkan tidak digantikan sama sekali. Apakah salah satu skenario itu bisa diterima secara politik adalah pertanyaan yang berbeda,” kata Kitching kepada Reuters.

Kitching juga menambahkan bahwa regulasi memungkinkan adanya sanksi bagi federasi yang menarik diri dari turnamen.

Baca Juga: FIFA: Tiket Piala Dunia 2026 Diserbu Dunia, 508 Juta Permintaan dalam 4 Minggu

Siapa yang Berpeluang Gantikan Iran di Piala Dunia?

Perlu diingat, Iran memastikan tiket ke Piala Dunia setelah menjadi juara Grup A pada putaran ketiga kualifikasi Asia tahun lalu.

Jika slot Iran kosong, kandidat pengganti yang paling masuk akal kemungkinan berasal dari Asia. Namun prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan.

Untuk saat ini, Irak dan Uni Emirat adalah kandidat paling masuk akal.

Irak saat ini dijadwalkan mengikuti playoff antarkonfederasi di Meksiko bulan ini untuk memperebutkan tiket menuju Piala Dunia.

Mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Bolivia dan Suriname pada 31 Maret.

Uni Emirat Arab juga disebut sebagai kandidat potensial. Tim tersebut sebelumnya kalah dari Irak dalam pertandingan eliminasi pada November lalu.

Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah FIFA Series 2026: Cek Jadwal Timnas & Debut John Herdman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru