FIFA: Tiket Piala Dunia 2026 Diserbu Dunia, 508 Juta Permintaan dalam 4 Minggu

Jumat, 20 Februari 2026 | 07:36 WIB
FIFA: Tiket Piala Dunia 2026 Diserbu Dunia, 508 Juta Permintaan dalam 4 Minggu

ILUSTRASI. FIFA 2026 World Cup (REUTERS/Mike Segar)


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan tiket Piala Dunia 2026 mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bahkan, ia meyakini seluruh 104 pertandingan turnamen tersebut akan terjual habis.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Baca Juga: Kasus Rasisme Vinicius Jr: Real Madrid Kirim Bukti ke UEFA

Permintaan Tiket Membludak dari Seluruh Dunia

Dalam wawancara dengan CNBC yang dikutip Reuters, Infantino menyebut minat global terhadap Piala Dunia 2026 sangat luar biasa.

Hanya dalam empat minggu, FIFA menerima sekitar 508 juta permintaan tiket dari lebih dari 200 negara. Angka tersebut jauh melampaui ketersediaan tiket yang diperkirakan hanya sekitar tujuh juta lembar.

“Permintaannya ada. Setiap pertandingan akan habis terjual,” kata Infantino.

Menurutnya, FIFA belum pernah menyaksikan permintaan sebesar ini pada edisi-edisi sebelumnya.

Antusiasme tinggi ini sepertinya dipicu oleh skala turnamen yang lebih besar, karena untuk pertama kalinya Piala Dunia FIFA diikuti 48 tim. Lokasi penyelenggaraan di kawasan Amerika Utara juga memberikan nilai jual tambahan.

Baca Juga: Benfica Bela Prestianni: Mourinho Justru Pancing Amarah Organisasi Anti-Rasis!

Turnamen Terbesar dengan 48 Tim dan 16 Kota

Piala Dunia 2026 akan digelar di 16 kota tuan rumah di tiga negara. Partai final dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey.

Format baru dengan 48 tim membuat jumlah pertandingan meningkat menjadi 104 laga, jauh lebih banyak dibanding edisi sebelumnya.

Infantino menilai lokasi penyelenggaraan juga menjadi daya tarik besar.

“Saya pikir ini karena diselenggarakan di Amerika, Kanada, dan Meksiko. Semua orang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang spesial,” ujarnya.

Baca Juga: Verstappen Kritik Mobil Baru Red Bull: Tidak Nyaman Dikendarai, Mirip Formula E

Membuat Harga Tiket Piala Dunia Melambung

Tingginya permintaan tiket ikut memicu kenaikan harga, terutama di pasar resale. Reuters melaporkan, situs resale menggunakan mekanisme dynamic pricing sehingga harga dapat berubah sesuai permintaan.

FIFA juga mengizinkan pemilik tiket menjual kembali melalui platform resmi maupun pasar sekunder, yang berkontribusi pada lonjakan harga.

Sebagai contoh, kursi kategori 3 untuk laga pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni di Mexico City sempat ditawarkan US$5.324 (Rp 89,9 juta) di pasar sekunder, padahal harga resminya hanya US$895 (Rp 15,1 juta).

Untuk partai final pada 19 Juli, tiket kategori yang sama yang semula dibanderol US$3.450 (Rp 58,2 juta) bahkan pernah dipasarkan hingga US$143.750 (Rp 2,4 miliar pada 11 Februari.

Sebagai respons atas protes terkait harga tiket yang tinggi, FIFA menyediakan kategori tiket khusus “supporter entry tier” seharga US$60 (Rp 1,01 juta). Tiket ini dialokasikan kepada federasi nasional peserta untuk diberikan kepada penggemar setia tim masing-masing.

Baca Juga: Arbeloa Bandingkan Mbappe dengan Ronaldo, Ini Fakta Statistiknya

FIFA Soroti Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026

Infantino memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menghasilkan pendapatan sekitar US$11 miliar (Rp 185,8 triliun) bagi FIFA. Seluruh dana tersebut, menurutnya, akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di 211 negara anggota.

Dari sisi ekonomi, dampak terhadap Amerika Serikat diperkirakan mencapai US$30 miliar (Rp 506,9 triliun), mencakup sektor pariwisata, konsumsi, keamanan, dan investasi.

Turnamen ini juga diproyeksikan menarik antara 20 juta hingga 30 juta wisatawan serta menciptakan sekitar 185.000 lapangan kerja penuh waktu.

Baca Juga: Stephen Curry Pastikan Kembali ke 3-Point Contest 2027, Ajak Klay Thompson

Selanjutnya: Donald Trump Beri Tenggat 10–15 Hari ke Iran untuk Capai Kesepakatan Nuklir

Menarik Dibaca: Simak 3 Rekomendasi Saham Pilihan dari Mirae Sekuritas Hari Ini (20/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru