KONTAN.CO.ID - Putaran kedua musim Formula 1 2026 akan berlangsung di China akhir pekan ini. Balapan di Shanghai International Circuit tersebut juga menjadi lokasi Sprint Race pertama musim ini.
Pemasok ban resmi F1, Pirelli, telah mengonfirmasi pilihan jenis ban yang akan digunakan sepanjang akhir pekan Chinese Grand Prix 2026.
Berbeda dengan seri pembuka di Australia, pilihan ban di Shanghai kali ini sedikit lebih keras.
Selain itu, format Sprint membuat alokasi ban yang tersedia bagi setiap tim menjadi lebih terbatas dibandingkan akhir pekan balapan biasa.
Baca Juga: Garuda Calling! Daftar Skuad Pertama John Herdman: Elkan Baggott Kembali
Kompon Ban yang Digunakan di GP China 2026
Mengutip laporan resmi pihak Formula 1, untuk balapan di Shanghai, Pirelli menyiapkan tiga jenis ban slick, yakni C2 (Hard), C3 (Medium), dan C4 (Soft)
Komposisi tersebut satu tingkat lebih keras dibandingkan pilihan yang dibawa Pirelli ke seri pembuka musim di Melbourne.
Menariknya, ketiga jenis ini sama seperti yang digunakan pada balapan di Shanghai musim lalu, sehingga tim memiliki referensi data yang cukup untuk mempersiapkan strategi mereka.
Baca Juga: Ada Suporter Lakukan Salam Nazi, UEFA Denda Real Madrid
Alokasi Ban Berbeda karena Format Sprint
Karena akhir pekan ini menggunakan format Sprint, setiap tim hanya mendapat 12 set ban slick untuk seluruh rangkaian sesi, lebih sedikit dari alokasi normal 13 set pada akhir pekan balapan reguler.
Sesuai regulasi Sprint F1, setiap pembalap akan menerima 2 set ban hard, 4 set ban medium, 6 set ban soft
Selain ban slick tersebut, pembalap juga mendapatkan ban untuk kondisi basah, yaitu 6 set ban intermediate (hijau) dan 3 set ban full wet (biru)
Dengan sesi latihan yang hanya berlangsung satu kali sebelum Sprint Qualifying pada Jumat (13/3) sore, tim harus mengelola ban secara sangat efisien agar tidak kehabisan pilihan saat sesi penting.
Baca Juga: Kasus Harry Maguire: 15 Bulan Penjara Bersyarat, Apa Dampaknya?
Karakteristik Sirkuit Shanghai yang Menantang
Menurut Pirelli, layout Sirkuit Shanghai menghadirkan tantangan unik bagi ban karena kombinasi tikungan cepat dan lambat.
Beberapa bagian lintasan memiliki karakter kecepatan tinggi, seperti rangkaian tikungan 7 dan 8 yang membentuk bagian S cepat.
Namun di sisi lain, terdapat tikungan yang jauh lebih lambat seperti kombinasi tikungan 1 hingga 3, lalu tikungan 6 dan 14.
Pirelli juga menyoroti kemungkinan lock-up saat pengereman keras, fenomena yang cukup sering terjadi selama uji coba pramusim di Bahrain International Circuit, yang memiliki beberapa zona pengereman mirip dengan Shanghai.
Sirkuit Shanghai sebenarnya telah mengalami pelapisan ulang aspal secara menyeluruh pada Agustus 2024.
Namun, permukaan yang lebih halus justru menyebabkan fenomena graining pada ban, terutama di bagian roda depan. Masalah ini menjadi faktor pembatas performa pada balapan 2025, khususnya saat Sprint Race.
Baca Juga: FIFA Jual Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Hanya Rp 191 Ribuan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News