KONTAN.CO.ID - Kompetisi Super League 2026-2027 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antar klub, tetapi juga memperlihatkan kesiapan infrastruktur sepak bola Indonesia melalui stadion-stadion yang akan menjadi markas para peserta.
Sebanyak 18 klub telah mengajukan stadion kandang masing-masing untuk menjalani musim baru kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Operator kompetisi melalui proses Club Licensing Cycle 2026-2027 melakukan evaluasi terhadap stadion yang diajukan klub, mulai dari aspek fasilitas, keamanan, hingga standar operasional pertandingan.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026: Belgia vs Mesir Siap Panaskan Grup G!
Meski hasil evaluasi menjadi acuan utama, beberapa stadion masih harus melewati tahap verifikasi lanjutan sebelum benar-benar digunakan sepanjang musim.
Salah satu venue yang paling menarik perhatian adalah Jakarta International Stadium (JIS). Stadion modern yang menjadi salah satu ikon sepak bola Indonesia tersebut kembali masuk dalam daftar opsi kandang Persija Jakarta bersama Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kehadiran dua stadion besar memberi fleksibilitas bagi Macan Kemayoran dalam menjalani kompetisi musim depan.
Di Jawa Barat, Persib Bandung tetap menjadikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai rumah utama. Stadion berkapasitas besar tersebut menjadi saksi keberhasilan Persib mempertahankan dominasi setelah mencatat prestasi besar di kompetisi domestik.
Baca Juga: Alwi Farhan Juara Australia Open 2026: Instagramnya Dibanjiri Ucapan Selamat!
Data kompetisi dari Transfermarkt juga mencatat Persib sebagai salah satu klub dengan nilai skuad terbesar di Super League Indonesia.
Sementara itu, Bali United kembali menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai markas. Stadion yang berada di Gianyar tersebut dikenal sebagai salah satu venue dengan fasilitas yang relatif stabil untuk pertandingan level nasional maupun internasional.
Musim 2026-2027 juga akan menjadi panggung bagi tiga klub promosi, yakni Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC. Ketiganya membawa stadion baru ke kompetisi utama.
Garudayaksa FC memilih Stadion Pakansari sebagai kandang, sementara PSS Sleman kembali menggunakan Stadion Maguwoharjo. Adhyaksa FC akan memakai Banten International Stadium sebagai salah satu markas mereka.
Baca Juga: Siaran Langsung Piala Dunia 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Jadi Penentu!
Melansir dari laman ILeague, berikut stadion yang telah melalui proses penilaian infrastruktur Super League dalam Club Licensing Cycle 2025/26 adalah sebagai berikut:
1. Arema FC – Stadion Kanjuruhan
2. Bali United FC – Stadion Kapten I Wayan Dipta
3. Bhayangkara Presisi Lampung FC – Stadion Sumpah Pemuda
4. Borneo FC Samarinda – Stadion Segiri
5. Dewa United Banten FC – Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena
6. Madura United FC – Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan
7. Malut United FC – Stadion Kie Raha
8. Persebaya Surabaya – Stadion Gelora Bung Tomo
9. Persib Bandung – Stadion Gelora Bandung Lautan Api
10. Persija Jakarta – Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium
11. Persijap Jepara – Stadion Gelora Bumi Kartini
12. Persik Kediri – Stadion Brawijaya
13. Garudayaksa FC – Stadion Pakansari
14. Persita – Stadion Indomilk Arena
15. PSS Sleman – Stadion Maguwoharjo
16. PSIM Yogyakarta – Stadion Sultan Agung
17. PSM Makassar – Stadion BJ Habibie
18. Adhyaksa FC – Banten International Stadium
Perlu diketahui, ini merupakan bagian dari proses club licensing dan tidak secara otomatis menjadi penetapan final venue pertandingan. Penggunaan stadion pada musim 2026/27 tetap akan mengacu pada proses verifikasi lanjutan, inspeksi operasional, serta ketentuan kompetisi yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News