KONTAN.CO.ID - Benfica menyatakan dukungan penuh kepada winger muda Argentina, Gianluca Prestianni, setelah ia dituduh melontarkan ucapan bernuansa rasial kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr.
Insiden itu terjadi dalam laga leg pertama playoff Liga Champions, Selasa (17/2) malam waktu setempat.
Badan sepak bola Eropa, UEFA, langsung menunjuk seorang Inspektur Etika dan Disiplin untuk menyelidiki dugaan perilaku diskriminatif yang dilaporkan pihak Real Madrid.
Dugaan Ucapan Rasial
Rekaman siaran televisi memperlihatkan Prestianni menutup mulutnya dengan kaus saat berbicara ke arah Vinicius. Pemain Brasil tersebut bersama rekan-rekannya menilai ucapan itu sebagai penghinaan rasial.
Insiden tersebut membuat pertandingan di Estadio da Luz dihentikan selama 11 menit. Wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme sebelum laga dilanjutkan kembali.
Pertandingan akhirnya dimenangi Real Madrid 1-0 berkat gol Vinicius pada babak kedua. Namun, penyerang berusia 25 tahun itu justru mendapat kartu kuning karena merayakan gol di depan pendukung tuan rumah.
Baca Juga: Prestianni Bantah Rasis, Mbappe Tetap Minta Larangan Bermain
Benfica Bela Prestianni
Benfica melalui akun resmi X menyampaikan pesan dukungan kepada Prestianni dengan tulisan “Bersama di sisimu”, disertai kutipan dari pernyataan sang pemain di Instagram.
Klub juga mengunggah video yang mereka klaim menunjukkan pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar ucapan Prestianni karena jarak yang cukup jauh.
Dalam klarifikasinya, Prestianni menegaskan dirinya tidak pernah melontarkan hinaan rasial.
“Saya ingin menegaskan bahwa saya sama sekali tidak mengucapkan kata-kata rasis kepada Vinicius Jr. Ia tampaknya salah memahami apa yang ia kira didengarnya,” tulisnya, seperti dikutip Reuters.
Ia juga menyebut tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan mengecam ancaman yang ia terima dari para pemain Real Madrid.
Baca Juga: Resmi: Barcelona Host F1 2028, 2030, 2032 Bergantian dengan Spa
Jose Mourinho Memicu Kontroversi Tambahan
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memicu kontroversi tambahan dengan menyatakan bahwa perayaan gol Vinicius mungkin memancing reaksi suporter. Namun ia mengaku tidak mengetahui versi mana yang benar.
Pernyataan tersebut dikritik organisasi anti-diskriminasi Kick It Out. Mereka menilai fokus pada selebrasi Vinicius alih-alih laporan dugaan rasisme merupakan bentuk “gaslighting”.
Menurut organisasi itu, pendekatan semacam ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mengirim pesan keliru kepada masyarakat global yang mengalami situasi serupa.
Mantan kapten Benfica asal Brasil, Luisao, secara terbuka membela Vinicius.
Ia mengaku malu dengan apa yang ia sebut sebagai “tindakan rasis” dan menilai bantahan Prestianni justru memperburuk situasi.
Sementara itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan dirinya “terkejut dan sedih” atas dugaan insiden tersebut. Ia juga memuji wasit Francois Letexier yang segera mengaktifkan protokol anti-rasisme.
Infantino menegaskan tidak ada tempat bagi rasisme dalam olahraga maupun masyarakat, serta menyerukan agar semua pihak terkait mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bersalah.
Baca Juga: Verstappen Kritik Mobil Baru Red Bull: Tidak Nyaman Dikendarai, Mirip Formula E
Selanjutnya: Ini 3 Daftar Hari Besar Setiap 20 Februari: Jadi Momen Keadilan Sosial Global
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Sabang yang Lengkap Selama Ramadhan 2026, Jangan Terlambat Sahur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News