Regulasi F1 2027 Resmi Disetujui, FIA Masih Bahas Kembalinya Mesin V8

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00 WIB
Regulasi F1 2027 Resmi Disetujui, FIA Masih Bahas Kembalinya Mesin V8

ILUSTRASI. Formula 1 (REUTERS/Manon Cruz)


Sumber: Formula1.com  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Federasi Otomotif Internasional (FIA) resmi menyetujui regulasi Formula 1 untuk musim 2027. Keputusan tersebut diambil dalam rapat World Motor Sport Council (WMSC) yang berlangsung di Makau, Selasa (23/6).

Selain mengesahkan aturan teknis baru untuk F1 2027, FIA juga mengungkap bahwa diskusi mengenai arah masa depan olahraga ini masih terus berlangsung, termasuk kemungkinan penggunaan mesin V8 yang ditenagai bahan bakar berkelanjutan.

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa pengembangan regulasi Formula 1 tidak berhenti saat aturan baru mulai diterapkan di lintasan.

"Diskusi mengenai konsep power unit masa depan, termasuk mesin V8 yang menggunakan bahan bakar berkelanjutan, menunjukkan komitmen seluruh pihak untuk membentuk babak baru Formula 1," kata Ben Sulayem, dikutip Formula1.com.

Baca Juga: Daftar Top Skor Timnas Spanyol Sepanjang Masa, Siapa yang Terbanyak?

Regulasi Teknis F1 2027 Resmi Disahkan

Dalam rapat tersebut, WMSC menyetujui edisi pertama Regulasi Teknis Formula 1 2027.

Aturan baru ini mencakup berbagai pembaruan pada struktur regulasi, penyempurnaan redaksional, serta sejumlah perubahan teknis yang bertujuan meningkatkan kejelasan dan kemudahan penerapan aturan.

Salah satu perubahan penting adalah penambahan durasi tes pramusim. Jika sebelumnya hanya berlangsung selama tiga hari, mulai musim 2027 seluruh tim akan mendapatkan empat hari pengujian sebelum kompetisi dimulai.

Langkah tersebut diambil karena tingkat kompleksitas mobil Formula 1 modern yang semakin tinggi, terutama dengan perkembangan teknologi pada sektor aerodinamika dan sistem tenaga.

Selain itu, FIA juga menyetujui sejumlah aturan terkait pasokan power unit, pengelolaan reconnaissance lap, penyesuaian jarak balapan di beberapa sirkuit, serta perubahan regulasi finansial yang akan berlaku pada periode 2027 hingga 2028.

Baca Juga: Top Skor dan Top Assist Piala Dunia 2026, Lionel Messi Peringkat Pertama

FIA Masih Bahas Masa Depan Mesin V8

FIA mengonfirmasi bahwa berbagai pihak masih berdiskusi mengenai konsep power unit masa depan, termasuk kemungkinan menghidupkan kembali mesin V8 dengan dukungan bahan bakar berkelanjutan atau sustainable fuel.

Wacana tersebut muncul seiring upaya Formula 1 mencari keseimbangan antara performa tinggi, keberlanjutan lingkungan, efisiensi teknologi, dan daya tarik olahraga bagi penggemar.

Meski belum ada keputusan resmi mengenai penggunaan mesin V8, FIA menilai diskusi tersebut menunjukkan adanya keterbukaan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menentukan arah perkembangan Formula 1 dalam jangka panjang.

Baca Juga: Perang AI di Formula 1: Tim Balap Adu Canggih Teknologi dan Data

FIA Juga Revisi Aturan untuk Musim 2026

Salah satu perubahan yang disorot adalah aturan Heat Hazard atau kondisi cuaca panas ekstrem. Mulai musim depan, status tersebut dapat diterapkan secara terpisah untuk Sprint Race maupun balapan utama.

FIA juga kembali menghadirkan boost mode untuk kondisi lintasan dengan daya cengkeram rendah, seperti saat hujan deras dan visibilitas terbatas.

Namun, fitur tersebut hanya berfungsi untuk mencegah penurunan tenaga mesin dan tidak memberikan tambahan performa. Sementara itu, mode overtake akan dinonaktifkan demi meningkatkan keselamatan pembalap.

Selain itu, FIA meratifikasi perubahan yang bertujuan menyeimbangkan kontribusi mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem pemulihan energi (ERS) pada musim 2027 dan 2028.

Penyesuaian tersebut mencakup output mesin, aliran energi bahan bakar, penggunaan ERS, serta fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan energi selama balapan.

Dengan regulasi baru yang telah disetujui dan pembahasan mengenai mesin V8 yang masih berlanjut, Formula 1 mulai menyiapkan fondasi untuk era berikutnya yang menggabungkan inovasi teknologi, performa, dan keberlanjutan.

Baca Juga: Selain Verstappen, Ini 6 Pebalap F1 yang Sukses di Ajang Lain Saat Masih Aktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru