KONTAN.CO.ID - Real Madrid mengonfirmasi telah menyerahkan seluruh bukti yang mereka miliki kepada UEFA terkait dugaan tindakan rasis terhadap penyerang mereka, Vinicius Jr.
Tuduhan tersebut diarahkan kepada winger Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga playoff Liga Champions yang berlangsung di markas Benfica.
Dalam pernyataan resmi pada Kamis (19/2), Real Madrid menyatakan telah memberikan semua materi yang tersedia mengenai insiden yang terjadi pada pertandingan tersebut.
"Real Madrid C.F. mengumumkan bahwa hari ini kami telah menyerahkan kepada UEFA seluruh bukti yang tersedia terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa,” tulis klub dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters.
Real Madrid juga menegaskan komitmen mereka untuk bekerja sama dengan otoritas sepak bola dalam memerangi rasisme, kekerasan, dan kebencian baik di dunia olahraga maupun masyarakat luas.
Baca Juga: Prestianni Bantah Rasis, Mbappe Tetap Minta Larangan Bermain
Kronologi Kasus Rasisme Terhadap Vinicius Jr.
Insiden bermula dalam pertandingan leg pertama playoff Liga Champions yang dimenangi Real Madrid 1-0 di kandang Benfica. Vinicius mencetak gol sekitar lima menit setelah babak kedua dimulai.
Tak lama setelah gol tersebut, pemain asal Brasil itu menuduh Prestianni melontarkan ucapan bernada rasis kepadanya.
Situasi memanas hingga pertandingan sempat dihentikan selama sekitar 11 menit.
Penghentian laga ini menunjukkan keseriusan wasit dan ofisial pertandingan dalam menangani dugaan tindakan diskriminatif di lapangan.
Baca Juga: Benfica Bela Prestianni: Mourinho Justru Pancing Amarah Organisasi Anti-Rasis!
Pasca laga, Prestianni membantah keras tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa Vinicius kemungkinan salah memahami apa yang ia dengar di tengah panasnya pertandingan.
Pihak Benfica juga langsung memberikan dukungan kepada pemain mudanya. Klub Portugal itu menegaskan tetap berdiri di belakang Prestianni sambil menunggu hasil penyelidikan resmi dari UEFA.
UEFA sendiri telah menunjuk seorang Inspektur Etika dan Disiplin untuk menyelidiki dugaan perilaku diskriminatif tersebut.
Pertarungan kedua antara kedua tim dijadwalkan berlangsung pekan depan di kandang Real Madrid. Hasil penyelidikan UEFA dapat berpengaruh pada suasana pertandingan lanjutan tersebut, bahkan berpotensi memunculkan sanksi jika tuduhan terbukti.
Baca Juga: Top Skor dan Top Assist Liga Champions 2025-2026, Kylian Mbappe Cetak 13 Gol
Selanjutnya: Cuaca Kota Poso & Palu Hari Ini Jumat (20/2), Cocok untuk Aktivitas Luar?
Menarik Dibaca: 6 Manfaat Aquarobic yang Tak Terduga, Bikin Otot Kuat dan Jantung Sehat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News