KONTAN.CO.ID - FIFA sedang melakukan eksperimen terhadap aturan offside yang dirancang oleh mantan manajer jenius, Arsene Wenger.
Sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Wenger berusaha merancang aturan baru untuk mengurangi kontroversi yang sering terjadi akibat keputusan offside.
Sekarang, Kanada ditunjuk sebagai lokasi uji coba, dengan klub-klubnya siap menjadi “kelinci percobaan” dalam proyek revolusioner ini.
Baca Juga: Daftar 10 Pemain Termahal yang Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026
Kanada Jadi Panggung Uji Coba Perdana
Melansir Reuters, uji coba aturan offside baru ini akan diterapkan pada laga pembuka Canadian Premier League musim 2026.
Pertandingan antara Forge FC melawan juara bertahan Atletico Ottawa di Hamilton, Ontario, pada Sabtu (4/4) menjadi momen penting untuk melihat bagaimana aturan ini bekerja dalam situasi nyata.
Wenger menyebut uji coba di Kanada sebagai langkah penting untuk memahami dampak nyata dari perubahan interpretasi offside.
FIFA sendiri menyebut aturan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan tempo pertandingan, mengurangi aksi buang waktu, dan mendorong permainan yang lebih menyerang.
Baca Juga: Kapan Piala Dunia 2026 Dimulai? Ini Jadwal Laga Pembuka dan Partai Final
Cara Kerja Aturan Offside Wenger
Jika sebelumnya seorang pemain bisa dinyatakan offside hanya karena bagian tubuh terkecilnya melewati bek terakhir, kini aturannya akan sangat berbeda.
Dalam versi Wenger, pemain hanya akan dianggap offside apabila seluruh bagian tubuhnya benar-benar sudah melewati pemain bertahan terakhir saat umpan diberikan.
Artinya, selama masih ada bagian tubuh penyerang yang sejajar dengan bek, maka situasi tersebut tetap dinyatakan onside.
Aturan ini membuat keputusan offside menjadi lebih sederhana dan tidak lagi bergantung pada perhitungan milimeter yang kerap memicu kontroversi.
Selain itu, proses pengambilan keputusan juga diharapkan menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemeriksaan VAR yang berlarut-larut.
Baca Juga: Berapa Hadiah Juara Piala Dunia 2026? Ini Detail Resmi dari FIFA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News