KONTAN.CO.ID - Liga sepak bola kasta tertinggi Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS), memunculkan ide kontroversial yang berpotensi mengubah aturan sepak bola modern.
MLS dikabarkan sedang membahas kemungkinan penggunaan sistem “stopped clock” atau penghentian waktu pertandingan seperti yang digunakan di National Football League (NFL) dan National Basketball Association (NBA).
Wacana tersebut muncul sebagai solusi untuk mengurangi praktik time-wasting atau membuang-buang waktu yang semakin sering terjadi dalam pertandingan sepak bola.
Baca Juga: Gaji Fantastis Lionel Messi Lampaui Total Skuad 28 Klub MLS, Ini Detailnya
Apa Itu Aturan Stopped Clock?
Dalam aturan sepak bola saat ini, waktu pertandingan tetap berjalan selama 45 menit per babak.
Ketika terjadi pelanggaran, cedera, pergantian pemain, atau gangguan lain, wasit hanya akan menambahkan injury time di akhir babak.
Sementara itu, sistem stopped clock bekerja berbeda. Jam pertandingan akan dihentikan sementara ketika permainan terhenti, lalu kembali berjalan saat laga dimulai lagi.
Konsep seperti ini sudah lama digunakan dalam olahraga Amerika seperti NFL dan NBA.
Mengutip Sports Illustrated, MLS ternyata pernah memakai aturan tersebut pada era awal kompetisi antara 1996 hingga 1999.
Saat itu, jam stadion menggunakan sistem hitung mundur dari 45:00 hingga 0:00. Ketika waktu habis, pertandingan langsung berakhir.
Baca Juga: 10 Pemain dengan Gaji Tertinggi di MLS 2026: Lionel Messi Jelas yang Pertama
Kenapa MLS Ingin Menghidupkan Lagi Aturan Ini?
MLS menilai aturan stopped clock bisa menjadi solusi untuk mengatasi praktik time-wasting yang semakin sering terjadi dalam sepak bola modern.
Vice-president of competition MLS, Paul Grafer, menyebut aturan itu dapat membantu mengurangi manipulasi pertandingan yang dinilai belum bisa diatasi secara maksimal.
FIFA dan berbagai liga dunia sebenarnya sudah mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menambah durasi injury time sejak musim 2023/24.
Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, bahkan pernah menyatakan bahwa pemain akan berhenti membuang waktu jika seluruh waktu yang hilang tetap dikembalikan lewat tambahan injury time.
Baca Juga: Daftar Top Skor El Clasico Sepanjang Masa: Messi di Atas Ronaldo dan Benzema
Apa Dampaknya untuk Sepak Bola?
Jika aturan ini diterapkan, waktu aktif bermain diperkirakan akan meningkat karena tim tidak bisa lagi mengulur waktu saat pertandingan dihentikan.
Hal itu bisa membuat pertandingan terasa lebih cepat dan kompetitif.
Di sisi lain, aturan ini bisa mengubah identitas sepak bola yang selama ini dikenal memakai sistem waktu berjalan tanpa henti selama 90 menit.
Selain itu, durasi pertandingan juga bisa menjadi lebih sulit diprediksi. Situasi ini dinilai berpotensi menyulitkan stasiun televisi dan sponsor siaran.
Karena alasan itu, banyak pihak di International Football Association Board (IFAB) disebut masih belum mendukung proposal tersebut.
Baca Juga: Pemain dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia: Messi atau Ronaldo?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News