KONTAN.CO.ID - Kejeniusan Arsene Wenger di dunia sepak bola memang tidak perlu diragukan lagi. Beberapa gagasan menarik sempat disampaikan untuk merevolusi permainan sepak bola.
Saat masih menjadi pelatih utama Arsenal, Wenger mendapatkan julukan The Professor. Dirinya sukses membawa Arsenal menjadi salah satu klub paling besar di tanah Inggris, bahkan dunia.
Setelah pensiun dari dunia kepelatihan dan menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Wenger aktif melontarkan ide-ide revolusioner.
Tujuannya sederhana, membuat sepak bola lebih menarik, efisien, dan relevan dengan tuntutan zaman. Berikut adalah enam gagasan kontroversial Arsene Wenger untuk dunia sepak bola.
Baca Juga: 7 Bintang Dunia Menangis Karena Mourinho: Ronaldo hingga Mohamed Salah
1. Piala Dunia Digelar Setiap Dua Tahun
Wenger menilai Piala Dunia yang hanya digelar setiap empat tahun membuat banyak pemain kehilangan kesempatan menjuarainya.
Melihat usia emas pesepak bola yang terbatas, ia mengusulkan agar turnamen terbesar di dunia itu diadakan setiap dua tahun.
"Rata-rata usia pemain di Piala Dunia adalah 27 atau 28 tahun. Ketika kembali ke turnamen berikutnya, mereka sudah berusia 32 atau 33,” ujar Wenger kepada beIN Sports pada 2019.
Gagasan ini banyak ditolak publik, karena jarak waktu yang cukup panjang justru membuat Piala Dunia menjadi lebih prestisius.
Baca Juga: Daftar 10 Pelatih Real Madrid dengan Masa Jabatan Terpendek, Termasuk Xabi Alonso
2. Mengubah Throw-in Mejadi Kick-In
Bagi Wenger, lemparan ke dalam tidak lagi memberikan keuntungan bagi tim yang menguasai bola. Berdasarkan data yang ia kumpulkan, delapan dari sepuluh situasi throw-in justru berujung pada kehilangan penguasaan bola.
“Lima menit sebelum pertandingan berakhir, throw-in seharusnya menjadi keuntungan, tapi kenyataannya Anda menghadapi 10 pemain lawan sementara tim Anda hanya sembilan,” kata Wenger, seperti dikutip Planet Football.
Lagi-lagi, gagasan ini dikritik banyak pihak. Kick-in dinilai akan membuat situasi lemparan ke dalam menyerupai sepak pojok, sehingga berpotensi merusak ritme alami permainan.
Baca Juga: 10 Cedera Paling Sering Dialami Pemain Sepak Bola, Intip Cara Perawatannya
3. Sepak Pojok Tetap Sah Meski Bola Keluar Lapangan
Gagasan lain Wenger yang dianggap sangat ekstrem adalah mengizinkan bola tetap sah meski sempat keluar lapangan saat sepak pojok, asalkan kembali masuk ke area permainan.
Banyak pihak menilai aturan ini tidak adil dan berpotensi menguntungkan tim dengan spesialisasi bola mati.
Baca Juga: Berapa Hadiah Juara Piala Dunia 2026? Ini Detail Resmi dari FIFA
4. Aturan Offside dengan Konsep Baru
Perlu diakui bahwa aturan offside memang sangat berpeluang mengubah hasil pertandingan. Bahkan setelah VAR (Video Assistant Referee) hadir, keputusan offside masih sering menjadi kontroversi.
Wenger mengusulkan perubahan besar pada aturan offside. Dalam konsep ini, seorang penyerang baru dianggap offside jika seluruh tubuhnya melewati bek terakhir dan terdapat jarak atau “daylight” di antara keduanya.
FIFA dilaporkan telah membuka peluang untuk menguji aturan ini. Jika diterapkan, perubahan tersebut jelas akan menguntungkan penyerang dan berpotensi meningkatkan jumlah gol, sehingga pertandingan menjadi lebih menarik.
Baca Juga: 5 Legenda Sepak Bola yang Tidak Pernah Tampil di Piala Dunia
5. Tendangan Bebas Bisa Dilakukan Sendiri
Perlu diketahui, penendang bola mati tidak boleh menyentuh bola dua kali sebelum disentuh pemain lain.
Wenger ingin menghapus aturan tersebut dan memungkinkan pemain menggiring bola langsung dari posisi tendangan bebas.
Menurutnya, aturan ini akan mempercepat tempo permainan dan mengurangi waktu terbuang. Gagasan ini cukup masuk akal dan dinilai menarik oleh sebagian pengamat.
Baca Juga: 10 Transfer Januari Termahal Sepanjang Sejarah: Coutinho, Van Dijk, hingga Mudryk
6. Kualifikasi Internasional Dipadatkan
Gagasan terakhir ini perlahan mulai diterapkan. Sejak 2019, Wenger mendorong agar jadwal kualifikasi internasional tidak lagi tersebar sepanjang musim klub.
Mulai September tahun 2026, FIFA memperkenalkan jeda internasional baru selama tiga pekan, di mana tim nasional memainkan empat pertandingan sekaligus.
Meski belum sepenuhnya sesuai konsep Wenger, kebijakan FIFA ini dinilai sejalan dengan visinya.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Bursa Transfer Januari 2026 di Liga Top Eropa
Selanjutnya: Ternyata, 6 Film Ini Punya Plot Berani Angkat Isu Kekerasan Seksual
Menarik Dibaca: Ternyata, 6 Film Ini Punya Plot Berani Angkat Isu Kekerasan Seksual
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News