KONTAN.CO.ID - Pelatih atau manajer caretaker umumnya hanya bertugas selama beberapa pertandingan sampai klub menemukan pengganti permanen. Namun, ada beberapa palatih caretaker yang bekerja cukup lama sehingga memengaruhi performa klub secara signifikan.
Di Liga Primer Inggris (EPL), jabatan pelatih caretaker atau interim seringkali terlihat. Wajar saja, tuntutan berat di liga bergengsi ini membuat posisi banyak pelatih tidak aman.
Dalam beberapa kasus, pergantian sementara ini bisa memberi efek positif. Dalam kasus lainnya, kedatangan pelatih sementara justru berbuah hasil buruk.
Merangkum penilaian Planet Football, berikut adalah daftar pelatih caretaker atau interim dengan performa terburuk di Liga Inggris.
Baca Juga: 10 Pemain dengan Gol Terbanyak Sepanjang Masa, Ronaldo Jauh di Atas Messi
10. Ryan Mason (Tottenham Hotspur)
Pemilik Tottenham, Daniel Levy, mengambil keputusan berisiko dengan menggantinya dengan Ryan Mason yang masih sangat minim pengalaman.
Mason memang meraih empat kemenangan dari enam laga liga terakhir, namun keputusan tersebut tetap dipertanyakan hingga kini.
9. Les Reed (Charlton Athletic)
Banyak yang beranggapan bahwa degradasi Charlton Athletic pada musim 2006-07 tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada Les Reed, karena kerusakan sudah terlihat sejak era Iain Dowie.
Namun, perlu diakui juga bahwa periode Reed sangat buruk. Pelatih interim ini mendapat lima kekalahan dari tujuh laga.
Baca Juga: Kapan Drawing Playoff Liga Champions? Ini Jadwal dan Sistem Undiannya
8. Eric Black (Aston Villa)
Eric Black ditunjuk untuk menyelamatkan Aston Villa pada akhir musim 2015-16.
Hasilnya, tujuh pertandingan, enam kekalahan dan satu hasil imbang. Aston Villa terdegradasi dengan nyaris tanpa perlawanan. Musim itu diakui menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Villa.
7. Alan Shearer (Newcastle United)
Namanya sebagai pemain masih sangat harum di tanah Inggris, bahkan skena sepak bola dunia. Namun, kisahnya sebagai pelatih jelas tidak ingin ia ungkit kembali.
Alan Shearer hanya mampu meraih satu kemenangan dari delapan laga sebagai caretaker Newcastle pada musim 2008-09. Newcastle akhirnya terdegradasi.
Baca Juga: Rekor Gol Ronaldo: 960 Telah Tercatat, Target 1.000 Makin Dekat
6. Cristian Stellini (Tottenham Hotspur)
Ditunjuk setelah Antonio Conte pergi, Stellini langsung mengkritik situasi klub yang buruk.
Ia hanya bertugas selama empat laga dan mendapatkan hasil sangat buruk. Puncaknya adalah kekalahan memalukan 1-6 dari Newcastle.

5. Frank Lampard (Chelsea)
Bagi penggemar Chelsea, periode pertama Frank Lampard jelas sangat mengesankan. Dalam situasi sanksi transfer, Lampard berhasil mengamankan posisi empat besar dan mempromosikan banyak pemain muda dari akademi. Warisannya diteruskan Thomas Tuchel dan berbuah gelar juara Liga Champions Eropa (UCL) pada tahun 2021.
Sayangnya, peran caretaker pada musim 2022-23 adalah kesalahan besar. Dalam sebelas laga, legenda The Blues itu hanya menang satu kali, imbang dua kali, dan kalah delapan kali. Itu adalah musim terburuk Chelsea.
Baca Juga: 6 Ide Kontroversial Arsene Wenger: Tendangan Bebas Bisa Langsung Dribbling
4. John Carver (Newcastle United)
Pada musim 2014-15, Newcastle sempat naik ke peringkat lima, lalu runtuh total.
Setelah Alan Pardew hengkang, John Carver memimpin dan mencatatkan delapan kekalahan beruntun. Meski selamat dari degradasi, warisan Carver dianggap jadi penyebab degradasi Newcastle musim berikutnya.
3. Ralf Rangnick (Manchester United)
Ralf Rangnick datang ke Old Trafford dengan reputasi mentereng. Julukan guru dan profesor pun melekat pada dirinya. Sayangnya, Rangnick gagal total di Inggris.
Pada musim 2021-2022, MU finis dengan perolehan poin terendah dengan rasio kemenangan 37%. Catatan terburuk MU di era modern.
Baca Juga: 7 Bintang Dunia Menangis Karena Mourinho: Ronaldo hingga Mohamed Salah
2. Terry Connor (Wolverhampton Wanderers)
Terry Connor menggantikan Mick McCarthy saat Wolves masih bersaing untuk bertahan di kasta tertinggi.
Connor kemudian datang dan gagal memenangkan satu pun dari 13 laga. Hasilnya, Wolves finis juru kunci dan terdegradasi dengan telak pada akhir musim 2012.
1. Joe Kinnear (Newcastle United)
Di peringkat pertama ada Joe Kinnear yang lagi-lagi datang dari Newcastle United.
Kinnear bekerja selama 21 laga. Hasilnya, empat kali menang, 9 kali seri, dan 8 kali kalah. Total empat poin dalam kurun waktu itu jelas sangat buruk bagi Newcastle.
Bukan cuma itu, kisah mendiang Kinnear pada musim 2008-09 tersebut juga diwarnai oleh insiden umpatan terkenal kepada jurnalis Simon Bird.
Baca Juga: Daftar 10 Transfer Termahal Manchester City Era Pep Guardiola
Selanjutnya: Rupiah Menguat Pekan Ini: Waspada Tekanan Jelang Pertemuan FOMC!
Menarik Dibaca: Resep Brownie Cheesecake Homemade: Dijamin Lumer, Keluarga Pasti Ketagihan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News