KONTAN.CO.ID - Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, kembali membuka cerita mengenai hubungannya dengan Cristiano Ronaldo selama menangani Setan Merah.
Ten Hag secara terang-terangan menyebut Ronaldo telah mengecewakan dirinya dan Manchester United karena tidak menjalankan peran yang diharapkan ketika keduanya bekerja sama di Old Trafford.
Ronaldo berada di periode keduanya bersama Manchester United ketika Ten Hag ditunjuk sebagai pelatih pada musim panas 2022.
Namun, hubungan keduanya hanya bertahan beberapa bulan sebelum Ronaldo meninggalkan klub dalam situasi kontroversial.
Baca Juga: Lamine Yamal Cetak Sejarah di UCL, Lewati Catatan Messi dan Ronaldo
Ronaldo Kecewakan Manchester United
Dalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag mengatakan Ronaldo membuat rencana yang telah disusun Manchester United menjadi berantakan.
"Dia mengecewakan tim, dan dia mengecewakan saya karena kami telah merencanakan semuanya dengan dia," kata Ten Hag, dikutip BBC Sport.
Ten Hag mengaku bahkan sempat terbang ke Portugal untuk berbicara langsung dengan Ronaldo sebelum dirinya resmi menjadi pelatih Manchester United.
"Saya sangat menghormatinya. Namun, pada saat itu, sebagai seorang manajer, saya harus mengambil keputusan secara rasional dan mempertahankan pemain yang saya yakini," ujar Ten Hag.
Masalah keduanya semakin memanas pada Oktober 2022. Ten Hag mencoret Ronaldo dari skuad untuk pertandingan Premier League melawan Chelsea.
Langkah itu diambil setelah Ronaldo menolak masuk sebagai pemain pengganti ketika Manchester United menghadapi Tottenham Hotspur.
Beberapa pekan kemudian, Ronaldo melakukan wawancara kontroversial dan mengaku merasa "dikhianati" Manchester United.
Ia juga mengatakan tidak menghormati Ten Hag dan merasa didorong untuk meninggalkan klub.
Baca Juga: 10 Pemain dengan Gaji Tertinggi di Saudi Pro League 2026: Ronaldo Jauh di Atas
Ten Hag: Ronaldo Malas Berlari
Ten Hag juga memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya bermasalah dengan Ronaldo, terutama terkait tuntutan permainan dan kebugaran.
Menurut Ten Hag, persoalannya bukan semata-mata karena Ronaldo tidak mampu melakukan pressing. Ia menilai sang pemain tidak mempersiapkan dirinya dengan cukup baik untuk menjalankan tuntutan tersebut.
"Dia tidak berlari, baik saat kami menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola. Alasannya karena dia tidak mempersiapkan dirinya," kata Ten Hag.
Ten Hag juga menyebut Ronaldo pernah meminta pemain lain untuk tidak terlalu memaksakan diri saat latihan.
Menurutnya, penghematan tenaga dalam sesi latihan memang bisa dilakukan pemain yang sudah berada dalam kondisi fisik terbaik.
Di bawah Ten Hag, Ronaldo hanya mencetak tiga gol dalam 16 penampilan sebelum meninggalkan Manchester United pada musim 2022/2023.
Ten Hag kemudian dipecat Manchester United pada Oktober 2024 setelah memenangkan Carabao Cup 2023 dan FA Cup 2024.
Baca Juga: Pakar Ungkap Rahasia Diet Cristiano Ronaldo untuk Jaga Kebugaran di Usia 41 Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News