KONTAN.CO.ID - Cristiano Ronaldo dikenal sebagai salah satu pesepak bola dengan kondisi fisik paling terjaga. Dusia 41 tahun, kapten Portugal itu masih mampu tampil di Piala Dunia 2026 dengan prima.
Pola diet Cristiano Ronaldo ternyata tidak dipenuhi bahan makanan mahal atau tren kesehatan yang sedang populer di media sosial.
Menurut ahli nutrisi olahraga Johnny Ondina, pola makan Ronaldo justru tergolong sederhana. Hal terpenting yang membuatnya berbeda adalah konsistensi dalam menjalankannya.
Baca Juga: 10 Pemain dengan Gaji Tertinggi di Saudi Pro League 2026: Ronaldo Jauh di Atas
Rahasia Diet Cristiano Ronaldo: Konsistensi
Ondina mengatakan tidak ada bahan makanan ajaib dalam menu Ronaldo yang membuatnya mampu mempertahankan kondisi fisik di level tertinggi.
“Rahasia diet Cristiano Ronaldo adalah satu ‘bahan’ yang tidak dimiliki 90% orang biasa maupun atlet elite, yaitu konsistensi,” kata Ondina, dikutip dari Diario AS.
Menurutnya, bahan makanan yang tersedia di dapur Ronaldo sebenarnya bisa dikonsumsi oleh kebanyakan orang.
Ia bahkan menyebut pola makan bintang Portugal tersebut cenderung membosankan karena berpegang pada makanan sederhana yang sudah terbukti memberikan hasil.
“Semua bahan yang dia punya di rumah adalah makanan yang bisa kita miliki. Bahkan, saya akan mengatakan bahwa pola makannya cukup membosankan,” ujar Ondina.
Setelah menjalani karier profesional selama sekitar 25 tahun, Ronaldo disebut lebih memilih mempertahankan pola yang sudah terbukti cocok untuk tubuhnya daripada mencari solusi instan.
Baca Juga: Ronaldo & Messi di Piala Dunia 2026: Kekayaan Mereka Pecahkan Rekor Dunia!
Tetap Memberi Ruang untuk Makanan Kurang Sehat
Ronaldo juga tidak menggunakan bahan-bahan makanan aneh yang harus didatangkan dari berbagai penjuru dunia. Menu sehari-hari sang megabintang lebih banyak terdiri dari makanan alami.
Meski sangat disiplin menjaga pola makan, Ronaldo ternyata tidak sepenuhnya menghindari makanan manis atau makanan ultra-proses.
Ondina menjelaskan bahwa Ronaldo sesekali mengonsumsi gula sederhana atau makanan ultra-proses.
Hal tersebut dilakukan agar hubungannya dengan makanan tetap sehat dan tidak berubah menjadi sesuatu yang terlalu membatasi.
“Apa yang harus kita coba tiru adalah 95% harinya diisi dengan makan sehat, sementara 5% berbeda. Saya pikir persentasenya berbeda untuk sebagian besar masyarakat,” kata Ondina.
Dengan kata lain, diet Cristiano Ronaldo tidak berarti harus menghindari makanan tertentu selamanya. Yang menjadi kunci justru proporsi dan konsistensi dalam menjalankan pola makan sehat.
Baca Juga: Al Nassr Juara, Ini Prestasi Cristiano Ronaldo Dari Sporting hingga Raja Liga Arab
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News