Arteta Bertahan hingga 2030, CEO Arsenal Ungkap Keuntungan Besarnya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:25 WIB
Arteta Bertahan hingga 2030, CEO Arsenal Ungkap Keuntungan Besarnya

ILUSTRASI. Mikel Arteta (Action Images via Reuters/John Sibley)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Mikel Arteta resmi memperpanjang kontraknya bersama Arsenal hingga musim panas 2030. CEO Arsenal Richard Garlick menilai keputusan tersebut memberikan keuntungan besar bagi The Gunners.

Arteta telah menangani Arsenal sejak 2019 dan mendapat waktu untuk membangun tim serta struktur klub sesuai dengan visinya.

Menurut Garlick, kontinuitas tersebut kini menjadi aset penting Arsenal setelah klub meraih gelar Premier League musim lalu.

Baca Juga: Eks Bos PGMOL Bongkar 2 Kontroversi Arsenal Saat Kalah dari Brighton

Kontrak Arteta Jadi Keunggulan Kompetitif

Garlick menilai Arsenal memiliki keuntungan karena Arteta sudah bekerja dalam proyek yang sama selama bertahun-tahun. Sang pelatih memahami skuad, staf, struktur klub, hingga arah yang ingin dituju Arsenal.

"Kami tidak bisa diam. Kami tidak bisa duduk dan menepuk punggung sendiri sambil berkata, 'tugas sudah selesai'. Ini adalah awal, bukan akhir dari perjalanan kami," ujar Garlick saat berbicara dalam Leaders Week, dikutip The Standard.

Garlick menegaskan Arsenal ingin menggunakan keberhasilan meraih Premier League sebagai langkah awal untuk mencapai level yang lebih tinggi.

"Kami ingin mendominasi sepak bola untuk beberapa tahun ke depan dan kami berada dalam posisi yang sangat kuat untuk melakukannya," katanya.

Menurutnya, keberadaan Arteta dalam jangka panjang membuat Arsenal memiliki keunggulan dibandingkan rival.

"Ini memberi kami keunggulan kompetitif dibandingkan tim-tim lain. Kami memiliki seorang manajer yang telah diberi kesempatan untuk membangun dan berkembang dari waktu ke waktu. Ini bukan akhir, tetapi awal baru yang menarik bagi kami," ujar Garlick.

Baca Juga: Manchester City Bersalah, Premier League Ungkap Pelanggaran Keuangan 9 Musim

Stabilitas Jadi Senjata Utama Arsenal

Garlick kemudian membandingkan kondisi Arsenal dengan sejumlah klub besar Premier League yang mengalami pergantian pelatih.

"Jika melihat tim-tim tradisional enam besar lainnya, mereka semua mengalami pergantian manajer dalam 12 bulan terakhir, sedangkan kami sekarang memiliki manajer yang telah bersama kami dalam waktu yang cukup lama," katanya.

Garlick menilai stabilitas tersebut memberi Arsenal fondasi untuk terus mengembangkan tim tanpa harus memulai kembali proyek mereka setiap kali terjadi pergantian pelatih.

"Saya melihat tim-tim lain di Premier League dan Mikel sekarang menjadi satu-satunya manajer aktif yang pernah memenangkan Premier League," kata Garlick.

Baca Juga: Kisah Rui Pinto, Hacker di Balik Terbongkarnya Kasus Manchester City

Kontrak Arteta Berlaku hingga 2030

Detail lengkap kesepakatan belum diumumkan. Namun, sejumlah laporan, termasuk BBC, menyebut Arteta mendapat kenaikan dari kontrak sebelumnya.

Arteta sebelumnya dilaporkan menerima gaji sekitar 10 juta poundsterling per tahun, setara sekitar Rp236,4 miliar per tahun.

Ia juga dilaporkan memiliki bonus hingga 5 juta poundsterling atau sekitar Rp118,2 miliar. Dengan kenaikan dalam kontrak baru, Arteta kini menjadi salah satu manajer dengan bayaran tertinggi di Premier League.

Kontrak baru juga menggunakan sebutan "manager" untuk Arteta, berbeda dari kontrak sebelumnya yang menyebutnya sebagai "head coach".

Perubahan tersebut mencerminkan besarnya tanggung jawab Arteta dalam proyek Arsenal.

Baca Juga: Bedah Kasus Manchester City vs Chelsea, Mengapa Hukuman Keduanya Berbeda?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru