Eks Bos PGMOL Bongkar 2 Kontroversi Arsenal Saat Kalah dari Brighton

Selasa, 22 September 2026 | 08:51 WIB
Eks Bos PGMOL Bongkar 2 Kontroversi Arsenal Saat Kalah dari Brighton

ILUSTRASI. Emirates Stadium (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Mantan kepala Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) sekaligus mantan wasit FIFA, Keith Hackett, memberikan penilaian keras terhadap insiden kontroversial yang dilakukan Gabriel Magalhaes dan Declan Rice.

Arsenal mendapat sorotan setelah menelan kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion pada Sabtu (19/9).

Hackett menilai Gabriel seharusnya mendapat kartu kuning karena melakukan simulasi untuk mendapatkan tendangan bebas. Sementara untuk Rice, ia berpendapat gelandang Arsenal tersebut beruntung tidak mendapat kartu merah.

Baca Juga: Julian Alvarez Bisa Pergi Januari, Arsenal dan Barcelona Siap Bergerak

Gabriel Seharusnya Mendapat Kartu Kuning

Insiden pertama melibatkan Gabriel ketika berduel dengan pemain Brighton, Yasin Ayari.

Dalam rekaman yang beredar luas, Gabriel terlihat terjatuh ketika Ayari berada di dekatnya dalam perebutan bola. Wasit Darren England tidak memberikan pelanggaran atas kejadian tersebut.

Mengutip Footbal Insider, Hackett kemudian menilai tindakan bek asal Brasil itu sebagai aksi palsu alias diving. Menurutnya, Gabriel semestinya mendapat kartu kuning karena mencoba mendapatkan keuntungan dari keputusan wasit.

Hackett menjelaskan bahwa wasit harus memperhatikan bagaimana kontak terjadi, termasuk posisi lengan pemain dan perubahan kecepatan ketika pemain berusaha mengundang kontak dari lawan.

Baca Juga: Mikel Arteta Segera Teken Kontrak Baru Arsenal, Negosiasi Masuk Tahap Akhir

Declan Rice Harus Terima Kartu Merah

Declan Rice juga menjadi perhatian setelah terlibat insiden dengan gelandang Brighton, Malick Yalcouye.

Kejadian tersebut berlangsung pada penghujung pertandingan dan terjadi ketika bola tidak berada dalam perebutan langsung kedua pemain. Rice terlihat melakukan gerakan dengan kakinya ke arah Yalcouye.

Wasit Darren England kemudian memberikan kartu kuning kepada Rice.

Namun, Hackett menilai hukuman tersebut seharusnya lebih berat. Menurut mantan bos PGMOL tersebut, tindakan Rice dapat dikategorikan sebagai tindakan kekerasan.

"Tendangan sebagai tindakan balasan ini, menurut hukum permainan, merupakan tindakan kekerasan, dan Rice beruntung wasit England tidak mengeluarkan kartu merah," ungkap Hackett.

Menurut penilaian Hackett, Rice seharusnya bisa diusir dari lapangan setelah insiden tersebut.

Baca Juga: PFA Premier League Team of the Year 2026: Arsenal dan Man City Dominan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru