KONTAN.CO.ID - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa dirinya ingin kekalahan menyakitkan 0-2 dari Manchester City di final Carabao Cup menjadi motivasi bagi para pemainnya.
Setelah gagal meraih satu trofi, Arsenal kini dituntut bangkit demi menjaga peluang menyapu bersih tiga trofi utama yang masih tersisa musim ini.
Penampilan lesu tim asuhan Arteta di hadapan skuad Pep Guardiola ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan pendukung, mengingat musim telah memasuki fase krusial.
Baca Juga: Kontroversi Final AFCON: Maroko Resmi Juara, CAF Batalkan Kemenangan Senegal
Arteta: Jadikan Kekalahan Sebagai Motivasi
Arsenal saat ini masih memimpin klasemen Liga Primer Inggris dalam misi mengejar gelar juara pertama sejak 2004. Selain itu, The Gunners juga masih berkompetisi di Liga Champions dan Piala FA.
Arteta menyadari bahwa kekalahan di final ini adalah pukulan telak, namun ia meminta timnya membuktikan ketangguhan mental mereka.
"Apa yang telah dilakukan tim ini dalam delapan bulan terakhir sangat luar biasa. Kami akan menggunakan kekecewaan ini dan motivasi untuk menjalani dua bulan paling menakjubkan yang pernah kami lalui bersama," ujar Arteta kepada awak media, seperti dikutip Reuters.
Kekalahan ini merupakan yang kedua bagi Arsenal di semua kompetisi sepanjang tahun ini. Sebelumnya, mereka mencatatkan empat kemenangan beruntun di liga.
Baca Juga: Garuda Calling! Daftar Skuad Pertama John Herdman: Elkan Baggott Kembali
Kritik Performa dan Blunder Kepa
Arteta mengakui bahwa Manchester City tampil lebih tajam di segala lini, kecuali pada 15 menit pertama laga.
Gol pembuka City terjadi setelah umpan silang tinggi gagal ditangkap dengan sempurna oleh kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga.
Selain itu, strategi Arsenal juga membingungkan para penggemar. Pemain seringkali menahan bola terlalu lama di area pertahanan sendiri seolah menunggu pemain City melakukan tekanan.
Ketika tekanan tidak kunjung datang, Arsenal justru sering melepaskan umpan panjang yang dengan mudah dipatahkan oleh pertahanan City.
Baca Juga: Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa yang Menggantikan?
Menyangkal Adanya Penurunan Performa
Saat ditanya apakah kekalahan ini bisa memicu tren negatif yang berkepanjangan hingga akhir musim, Arteta memberikan jawaban tegas.
Ia merujuk pada rekam jejak timnya yang selalu mampu bangkit setelah menelan hasil buruk sebelumnya.
"Kabar baiknya adalah kami memiliki sejarah baru-baru ini tentang bagaimana tim ini bereaksi di saat-saat seperti itu, dan saya yakin kami akan melakukannya lagi," kata Arteta.
Mikel Arteta berjanji akan melakukan evaluasi mendalam setelah suasana sedikit mereda.
"Akan ada banyak aspek yang akan kami diskusikan dan refleksikan ketika suhu (emosi) sudah sedikit turun," pungkasnya.
Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah FIFA Series 2026: Cek Jadwal Timnas & Debut John Herdman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News