KONTAN.CO.ID - Arsenal akhirnya memiliki sejarah dan prestasi baru di panggung Liga Champions Eropa (UCL).
Hasil imbang 0-0 saat menjamu Sporting CP pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB, sudah cukup untuk mengantarkan The Gunners melangkah ke babak semifinal dengan keunggulan agregat tipis 1-0.
Ini adalah kali pertama dalam sejarah 140 tahun klub asal London Utara tersebut mampu menembus babak empat besar Liga Champions dalam dua musim secara berturut-turut.
Bagi klub sekelas Arsenal, menembus semifinal Liga Champions memang sangat sulit. Prestasi ini wajar dirayakan oleh para penggemarnya.
Baca Juga: Man City vs Arsenal: Duel Penentu Juara Liga Inggris yang Paling Ditunggu
Sejarah Baru Berkat Mikel Arteta
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tampak emosional saat merayakan keberhasilan ini. Ia menyadari sepenuhnya bahwa apa yang diraih timnya saat ini melampaui ekspektasi banyak orang.
"Menjadi bagian dari empat tim terbaik di Eropa adalah pencapaian yang sangat spesial. Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada dedikasi luar biasa para pemain," ungkap Arteta dalam konferensi pers pasca laga, seperti dikutip situs resmi Arsenal.
Prestasi tersebut juga dibanggakan oleh kapten pengganti, Declan Rice.
"Bisa mencapai semifinal dua kali beruntun adalah prestasi luar biasa untuk grup ini. Namun, kami tidak ingin berhenti di sini. Kami ingin melangkah satu tahap lebih jauh dari tahun lalu dan mencapai partai final," tegasnya.
Baca Juga: Update Top Skor Liga Inggris 2025/26: Erling Haaland vs Igor Thiago
Drama Cedera yang Mengancam
Di balik kegembiraan tersebut, Arsenal dihadapkan pada masalah cedera yang masih terlihat sangat serius.
Noni Madueke, yang tampil impresif di awal laga, harus ditarik keluar dengan tertatih-tatih karena cedera lutut.
Sebelumnya, lini pertahanan sudah pincang tanpa Jurrien Timber dan Riccardo Calafiori. Belum lagi kondisi sang kapten, Martin Odegaard, yang masih bergelut dengan masalah lutut, serta Bukayo Saka yang masih menjalani pemulihan cedera Achilles.
Absennya nama-nama vital ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Arteta menjelang laga krusial akhir pekan nanti kontra Manchester City.
Baca Juga: Liga Inggris Dapat Jatah 5 Tim di UCL Musim 2026/27, Ini Penjelasannya
Duel Penentuan Kontra Manchester City
Pada hari Minggu (19/4), Arsenal akan melawat ke Etihad Stadium untuk menghadapi rival terberat mereka, Manchester City.
Laga ini adalah pertaruhan gelar juara Liga Inggris. Saat ini, Arsenal masih memimpin klasemen, namun City membayangi dengan selisih enam poin dan memiliki satu pertandingan tunda yang krusial.
Performa Arsenal saat menghadapi Sporting sendiri sempat mendapat sorotan karena dianggap tampil kurang melawan di depan gawang lawan, dengan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
Meski demikian, fakta bahwa Arsenal menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Champions musim ini memberikan motivasi yang cukup kuat.
Baca Juga: Arsenal Butuh Berapa Poin Lagi untuk Juara Liga Inggris? Ini Hitungannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News