KONTAN.CO.ID - Juara bertahan Liga Champions Eropa (UCL), Paris Saint-Germain (PSG), kembali menunjukkan dominasinya di sepak bola Eropa.
Klub asal Prancis tersebut kembali lolos ke partai final Liga Champions musim ini dan berpeluang mempertahankan gelar, sekaligus mencetak sejarah baru di kompetisi elite Eropa.
PSG akan menghadapi Arsenal di partai final yang digelar di Puskas Arena, Budapest. Jika berhasil menang, PSG akan menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions di era modern.
Tim asuhan Luis Enrique datang ke final dengan modal pengalaman, kedalaman skuad, dan lini serang yang dianggap paling berbahaya di Eropa musim ini.
Baca Juga: Daftar 11 Klub Juara UCL Tanpa Kekalahan, Arsenal Siap Menyusul!
PSG Bangkit Setelah Fase Tidak Stabil
Perjalanan PSG menuju final tidak semulus Arsenal. Klub asal Paris tersebut sempat tampil inkonsisten pada fase liga dan hanya finish di posisi ke-11 klasemen.
Meski begitu, PSG justru tampil semakin ganas ketika memasuki fase gugur.
Berikut statistik PSG di Liga Champions musim ini:
| Statistik PSG | Catatan |
|---|---|
| Posisi fase liga | 11 |
| Jumlah pertandingan | 16 |
| Menang | 11 |
| Imbang | 2 |
| Kalah | 3 |
| Gol fase liga | 21 |
| Kebobolan fase liga | 11 |
| Status | Juara bertahan |
Meski sempat diragukan, PSG berhasil membuktikan kualitas mereka saat menghadapi lawan-lawan besar Eropa.
Baca Juga: Ini Skema Pembagian Hadiah UCL 2025/26, Berapa yang Diterima Tim Juara?
Jalan Berat PSG Menuju Final
PSG harus melewati jalur yang jauh lebih berat dibanding banyak tim lain untuk mencapai final.
Berikut perjalanan PSG di fase gugur Liga Champions:
| Fase | Lawan | Hasil |
|---|---|---|
| Play-off | Monaco | Menang agregat 5-4 |
| 16 Besar | Chelsea | Menang agregat 8-2 |
| Perempat Final | Liverpool | Menang agregat 4-0 |
| Semifinal | Bayern Munchen | Menang agregat 6-5 |
Kemenangan telak atas Chelsea dan Liverpool menunjukkan betapa agresifnya permainan PSG musim ini.
Sementara duel melawan Bayern Munchen di semifinal memperlihatkan mental kuat PSG dalam menghadapi tekanan di laga besar.
Baca Juga: Adu Jumlah Trofi Barcelona Barcelona vs Real Madrid: Siapa Lebih Hebat?
Kualitas Skuad Sempurna
Luis Enrique dinilai berhasil membawa PSG naik ke level baru dalam dua musim terakhir.
Pelatih asal Spanyol itu membangun tim dengan gaya bermain agresif, cepat, dan sangat fleksibel.
PSG kini tidak lagi hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga memiliki organisasi permainan yang jauh lebih matang.
Lini belakang PSG dipimpin Marquinhos dan Willian Pacho yang tampil solid sepanjang musim. Di sisi sayap, Achraf Hakimi dan Nuno Mendes memiliki peran besar dalam membantu serangan maupun bertahan.
Sementara di lini tengah, Vitinha dan Joao Neves menjadi pengatur tempo permainan PSG.
Permainan cepat dan intens membuat PSG menjadi salah satu tim paling sulit dihentikan di Eropa musim ini.
Baca Juga: Perang AI di Formula 1: Tim Balap Adu Canggih Teknologi dan Data
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News