Profil Como 1907: Klub Sultan Djarum Lolos Liga Champions, Siapa Sangka?

Senin, 25 Mei 2026 | 15:29 WIB
Profil Como 1907: Klub Sultan Djarum Lolos Liga Champions, Siapa Sangka?

ILUSTRASI. Como 1907 (IPA/Sipa USA via Reuters Connect/IPA)


Penulis: Ryan Suherlan  | Editor: Ryan Suherlan

KONTAN.CO.ID - Klub Italia Como 1907 akhirnya menorehkan sejarah baru dalam perjalanan panjang mereka di sepak bola Eropa. Tim yang dimiliki keluarga Hartono melalui Grup Djarum itu sukses memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. 

Pencapaian tersebut menjadi bukti transformasi luar biasa Como, dari klub yang sempat bangkrut hingga kini menjelma sebagai kekuatan baru di Serie A Italia.

Berbasis di kota Como, kawasan indah di tepi Danau Como, klub ini berdiri sejak 1907 dan memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Italia. Namun perjalanan mereka tidak selalu mulus. Pada awal 2000-an, Como mengalami krisis finansial parah hingga dinyatakan bangkrut dan harus turun ke kasta bawah sepak bola Italia. Klub bahkan sempat bermain di Serie D sebelum akhirnya mendapatkan napas baru setelah diakuisisi Grup Djarum pada 2019.

Baca Juga: Daftar Lengkap Skuad Inggris: Saka & Bintang Liga Inggris Siap Guncang Piala Dunia!

Akuisisi tersebut dilakukan oleh dua konglomerat Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum yang dikenal sebagai salah satu keluarga terkaya di Asia. Kehadiran mereka mengubah arah klub secara drastis. 

Como mulai membangun proyek jangka panjang dengan fokus pada stabilitas finansial, pengembangan akademi, modernisasi fasilitas, hingga perekrutan sosok-sosok besar sepak bola dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Como menjadi sorotan publik sepak bola internasional. Klub ini mendatangkan nama-nama besar seperti Cesc Fabregas dan Thierry Henry sebagai bagian dari proyek ambisius mereka. Fabregas bahkan berkembang dari pemain menjadi pelatih kepala yang membawa Como tampil kompetitif di Serie A.

Kesuksesan Como lolos ke Liga Champions menjadi pencapaian paling monumental dalam sejarah klub. Setelah promosi ke Serie A pada 2024, mereka perlahan berkembang menjadi tim yang mampu bersaing dengan klub-klub elite Italia. Konsistensi performa, investasi cerdas, serta visi jangka panjang membuat Como berhasil menembus zona Liga Champions musim ini.

Baca Juga: Daftar Peraih Penghargaan Super League 2025-2026, David da Silva Jadi Top Skor

Tidak hanya kuat secara finansial, Como juga dikenal memiliki pendekatan modern dalam membangun klub. Manajemen mereka berupaya menjadikan Como sebagai klub yang dekat dengan komunitas lokal sekaligus memiliki daya tarik global. Pengembangan stadion, fasilitas latihan baru, hingga penguatan akademi muda menjadi bagian dari fondasi proyek tersebut.

Keberhasilan Como turut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Di tengah dominasi pemilik klub dari Timur Tengah dan Amerika Serikat di sepak bola Eropa, keluarga Hartono berhasil membawa identitas Indonesia tampil di panggung elite sepak bola dunia. Como kini bukan lagi sekadar klub kecil dari Italia utara, melainkan simbol kebangkitan klub tradisional dengan sentuhan investasi modern asal Indonesia.

Baca Juga: Kylian Mbappe Resmi Top Skor La Liga 2025/2026, Lewandowski dan Yamal Kalah

Musim depan, Como dipastikan akan menjalani petualangan bersejarah di Liga Champions. Klub yang dulu berkutat di kasta bawah kini akan bersaing melawan raksasa-raksasa Eropa. Perjalanan mereka menjadi contoh bahwa visi jangka panjang, manajemen profesional, dan investasi tepat dapat mengubah nasib sebuah klub secara drastis dalam waktu relatif singkat.

Melansir dari laman resmi Serie A, berikut klasemen akhir Liga Italia Serie A 2025-2026:

Klasemen Akhir Liga Italia Serie A

1. Inter Milan (87 poin)
2. Napoli (76 poin)
3. AS Roma (73 poin)
4. Como (71 poin)
5. AC Milan (70 poin) 
6. Juventus (69 poin)
7. Atalanta (59 poin)
8. Bologna (56 poin)
9. Lazio (54 poin)
10. Udinese (50 poin)
11. Sassuolo (49 poin)
12. Torino (45 poin)
13. Parma (45 poin)
14. Cagliari (43 poin)
15. Fiorentina (42 poin)
16. Genoa (41 poin)
17. Lecce (38 poin)
18. Cremonese (34 poin)
19. Verona (21 poin)
20. Pisa (18 poin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru