Liverpool vs Manchester City: Duel Taktik Iraola dan Maresca di Anfield

Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Liverpool vs Manchester City: Duel Taktik Iraola dan Maresca di Anfield

ILUSTRASI. Manchester City vs Liverpool (Dok./REUTERS)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Liverpool vs Manchester City menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada pekan keenam Liga Primer Inggris 2026/2027, Minggu (11/10) pukul 22.30 WIB.

Laga bertajuk Super Big Match yang berlangsung di Anfield ini mempertemukan dua pelatih baru dari masing-masing klub, yakni Andoni Iraola dan Enzo Maresca.

Manchester City datang dengan catatan sempurna setelah memenangi lima pertandingan liga, sedangkan Liverpool masih belum terkalahkan dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang.

Baca Juga: Bedah Kasus Manchester City vs Chelsea, Mengapa Hukuman Keduanya Berbeda?

Andoni Iraola Bawa Gaya Menekan ke Liverpool

Iraola ditunjuk sebagai pelatih kepala Liverpool pada musim panas 2026 setelah menjalani tiga musim bersama Bournemouth.

Analisis berbasis data Opta yang dipublikasikan situs resmi klub menyebut Liverpool menjadi salah satu tim dengan intensitas tekanan tertinggi ketika lawan menguasai bola di area pertahanannya sendiri.

Liverpool juga menunjukkan perkembangan dalam aspek pertahanan.

The Reds mencatat tiga clean sheet secara beruntun di Liga Primer Inggris, dengan rata-rata expected goals against atau xGA sebesar 0,75 dalam tiga pertandingan melawan Ipswich Town, Fulham, dan Bournemouth.

Saat menghadapi Manchester City, tekanan tinggi tersebut berpotensi menjadi senjata Liverpool untuk mengganggu proses pembangunan serangan lawan.

Satu yang perlu diperhatikan, metode ini membutuhkan koordinasi antarpemain agar ruang di belakang garis pertahanan tidak mudah dimanfaatkan.

Baca Juga: Manchester City Bersalah, Premier League Ungkap Pelanggaran Keuangan 9 Musim

Enzo Maresca Tonjolkan Penguasaan Bola di Man City

Di kubu lawan, Maresca resmi ditunjuk sebagai manajer Manchester City pada Juni 2026 dengan kontrak tiga tahun hingga musim panas 2029.

Dalam pernyataan resmi klub, Maresca mengungkapkan bahwa timnya ingin bermain agresif ketika tidak menguasai bola, mengendalikan jalannya pertandingan, dan menerapkan ide permainan sendiri.

Filosofi tersebut membuat duel melawan Liverpool menarik karena City harus menghadapi tekanan intens dari tuan rumah sekaligus mempertahankan karakter permainannya.

Hasil awal musim memperlihatkan bahwa pendekatan Maresca berjalan efektif. Manchester City memenangi lima laga pertama Liga Primer Inggris, mencetak 13 gol dan kebobolan lima kali.

Kemenangan 5-3 atas Sunderland sebelum jeda internasional menjadi salah satu gambaran produktivitas lini serang mereka.

Baca Juga: Masuknya Jeff Bezos ke Liverpool Dikritik, Isu Israel-Palestina Jadi Sorotan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru