KONTAN.CO.ID - Manchester City masih menunggu putusan atas 115 dakwaan pelanggaran regulasi finansial Liga Primer Inggris (English Premier League/EPL).
Persidangan kasus tersebut telah selesai pada 6 Desember 2024, tetapi hingga menjelang musim baru EPL 2026/2027, hasilnya belum diumumkan.
Kasus ini bermula dari dakwaan yang diumumkan EPL pada Februari 2023. Manchester City dituduh melakukan pelanggaran dalam periode 2009 hingga 2023. City membantah seluruh dakwaan tersebut.
Baca Juga: Fans Liga Inggris Kini Bisa Lihat Alasan Wasit dan VAR Ambil Keputusan
Ada Lebih dari 500.000 Bukti
Menurut sumber yang dikutip ESPN, terdapat lebih dari 500.000 dokumen dalam perkara tersebut. Bukti itu mencakup email, catatan keuangan, dan berbagai pernyataan.
Tiga anggota komisi independen harus memeriksa dan memahami seluruh bukti sebelum membuat keputusan.
Kasus ini juga melibatkan akuntansi forensik dalam jumlah besar. Proses seperti ini memang dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Selain itu, anggota panel memiliki perkara hukum lain yang harus ditangani. Mereka tidak bekerja secara eksklusif untuk kasus Manchester City.
Baca Juga: Aturan Baru Liga Inggris 2026/27: Ini Perubahan yang Wajib Diketahui
Apa Saja 115 Dakwaan Manchester City?
Dakwaan terhadap Manchester City terbagi dalam lima kelompok:
- 54 dakwaan gagal memberikan informasi finansial yang akurat dan terkini pada 2009-2018.
- 14 dakwaan terkait laporan finansial mengenai gaji pemain dan manajer pada periode 2009-2018.
- 5 dakwaan pelanggaran regulasi finansial UEFA.
- 7 dakwaan pelanggaran Premier League Profit and Sustainability Rules (PSR) pada 2015-2018.
- 35 dakwaan gagal bekerja sama dengan penyelidikan EPL pada 2018-2023.
Panjang dan kompleksnya dakwaan tersebut membuat kasus City berbeda dari perkara klub lain yang sudah diselesaikan.
Everton, Nottingham Forest, dan Chelsea, misalnya, telah menerima putusan dan sanksi atas pelanggaran regulasi finansial dalam periode ketika kasus City masih berjalan.
Baca Juga: Masuknya Jeff Bezos ke Liverpool Dikritik, Isu Israel-Palestina Jadi Sorotan
Manchester City Tetap Beraktivitas Normal
Belum adanya putusan berarti Manchester City belum dinyatakan bersalah. Selama proses berlangsung, City tetap beraktivitas di bursa transfer dan kompetisi.
Menurut data dalam laporan ESPN, klub telah menghabiskan sekitar £690 juta untuk pemain baru sejak dakwaan EPL diumumkan.
City juga memenangkan enam trofi utama dalam periode tersebut, termasuk dua gelar domestik dan Liga Champions.
Kondisi ini membuat sejumlah klub EPL harus menyesuaikan pengeluaran dengan regulasi finansial liga, sementara kasus City belum menghasilkan keputusan.
Newcastle United menjadi salah satu contoh. Klub tersebut harus melepas sejumlah pemain, termasuk Bruno Guimaraes, Alexander Isak, Sandro Tonali, Anthony Gordon, dan Elliot Anderson.
Tidak Ada Tenggat Waktu yang Jelas
Sejak komisi independen menyelesaikan persidangan pada Desember 2024, Manchester City dan EPL tidak lagi mengendalikan jadwal keluarnya putusan.
ESPN sebelumnya melaporkan bahwa pada Maret 2025 sejumlah staf senior Manchester City bahkan sempat diperingatkan kemungkinan harus membatalkan rencana liburan karena putusan diperkirakan segera keluar.
Namun, hingga kini keputusan tersebut masih belum diumumkan.
Baca Juga: Konsorsium Jeff Bezos Akuisisi 38% Saham Liverpool, Nilainya Capai Rp55 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News