KONTAN.CO.ID - Kepemilikan klub di Liga Primer Inggris kini melibatkan individu, konsorsium, perusahaan investasi, hingga kelompok bisnis internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, struktur kepemilikan klub Liga Primer Inggris juga mengalami sejumlah perubahan.
Chelsea dan Everton menjadi dua contoh klub besar yang berganti pemilik, sementara masuknya investor Amerika semakin memperkuat pengaruh modal AS di kompetisi tersebut.
Mengacu data GiveMeSport, dari 20 klub Liga Primer Inggris musim 2026/27, sekitar setengahnya memiliki keterkaitan dengan investasi dari Amerika Serikat.
Berikut daftar pemilik 20 klub Liga Primer Inggris musim 2026/27.
Baca Juga: 7 Klub Sepak Bola dengan Trofi Terbanyak di Dunia, Madrid & Barca Termasuk
Daftar Pemilik 20 Klub Liga Primer Inggris
| Klub | Pemilik | Tahun Kepemilikan |
|---|---|---|
| Arsenal | Stan Kroenke | 2011 |
| Aston Villa | V Sports (Nassef Sawiris dan Wes Edens) | 2018 |
| Bournemouth | Bill P. Foley | 2022 |
| Brentford | Matthew Benham | 2012 |
| Brighton | Tony Bloom | 2009 |
| Chelsea | BlueCo (Todd Boehly, Behdad Eghbali, Jose E. Feliciano) | 2022 |
| Coventry City | Doug King | 2023 |
| Crystal Palace | Woody Johnson, Josh Harris, David Blitzer, Steve Parish | 2010 |
| Everton | The Friedkin Group | 2024 |
| Fulham | Shahid Khan | 2013 |
| Hull City | Acun Ilıcalı | 2022 |
| Ipswich Town | Gamechanger 20 Ltd. | 2021 |
| Leeds United | 49ers Enterprises | 2023 |
| Liverpool | Fenway Sports Group (John W. Henry dan Tom Werner) | 2010 |
| Manchester City | City Football Group | 2008 |
| Manchester United | Keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe | 2005 |
| Newcastle United | Public Investment Fund, RB Sports & Media, PCP Capital Partners | 2021 |
| Nottingham Forest | Evangelos Marinakis | 2017 |
| Sunderland | Kyril Louis-Dreyfus | 2023 |
| Tottenham Hotspur | ENIC Group | 2025 |
Baca Juga: Daftar Pendapatan 20 Klub Liga Inggris Musim 2025-26, Arsenal Tertinggi
Investor Amerika Mendominasi Liga Inggris
Ssejak Liga Primer Inggris berdiri pada 1992, model bisnis kompetisi tersebut memiliki sejumlah kemiripan dengan industri olahraga profesional di Amerika Serikat.
Sekarang, pengaruh investor AS semakin terlihat.
Stan Kroenke memiliki hubungan dengan Arsenal sejak 2007 ketika pertama kali masuk sebagai pemegang saham minoritas. Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut kemudian secara bertahap meningkatkan kepemilikannya hingga menguasai seluruh saham klub.
Kroenke akhirnya menguasai lebih dari 90% saham Arsenal setelah membeli 27,11% saham milik Alisher Usmanov pada 2018. Kondisi tersebut kemudian memicu proses pembelian wajib atas sisa saham klub.
Baca Juga: Xavi Jadi Pelatih Belanda, Sosok Non-Belanda Pertama sejak 1978
Sementara itu, Chelsea memiliki struktur kepemilikan yang berbeda karena klub berada di bawah konsorsium BlueCo.
Konsorsium tersebut mengambil alih Chelsea pada 2022 dari Roman Abramovich setelah pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap pengusaha asal Rusia tersebut menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
BlueCo melibatkan sejumlah pihak, termasuk Todd Boehly dan Clearlake Capital. Dalam perkembangan berikutnya, Clearlake Capital yang dipimpin Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano memiliki sekitar 61,5% saham pengendali klub.
Baca Juga: 10 Transfer Besar yang Gagal Terjadi di Liga Inggris: Mbappe Nyaris ke Arsenal
Liverpool berada di bawah kepemilikan Fenway Sports Group atau FSG sejak 2010. Kelompok bisnis Amerika tersebut dipimpin John W. Henry dan Tom Werner.
FSG mengambil alih Liverpool setelah mendapat persetujuan dewan klub untuk menggantikan pemilik sebelumnya, George N. Gillett Jr. dan Tom Hicks.
Manchester United merupakan salah satu klub dengan struktur kepemilikan paling banyak mendapat sorotan.
Perubahan besar terjadi pada Desember 2023 ketika Sir Jim Ratcliffe melalui INEOS mengakuisisi sekitar 27,7% saham Manchester United.
Ratcliffe dan INEOS kemudian mengambil alih kendali atas operasional sepak bola klub. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Manchester United untuk kembali membangun tim yang mampu bersaing.
Baca Juga: Jeff Bezos Incar Liverpool, Ini 4 Alasan Investasi di The Reds Bisa Menguntungkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News