Daftar 5 Musim Terburuk Real Madrid di Era Modern, Tanpa Gelar & Penuh Drama

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:05 WIB
Daftar 5 Musim Terburuk Real Madrid di Era Modern, Tanpa Gelar & Penuh Drama

ILUSTRASI. Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni dari Real Madrid beraksi selama Liga Champions UEFA (REUTERS/Matthew Childs)


Sumber: La Liga  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Musim 2025/2026 menjadi contoh terbaru perjalanan buruk Real Madrid dalam sejarah modern mereka.

Sebagai salah salah satu klub tersukses dalam sejarah sepak bola dunia, satu musim tanpa trofi saja sudah dianggap sebagai kegagalan besar.

Namun, musim ini sebenarnya bukan musim terburuk Real Madrid. Mulai dari runtuhnya era Galacticos hingga masa transisi setelah kepergian Cristiano Ronaldo, berikut ranking musim terburuk Real Madrid sejak tahun 2000.

Baca Juga: Daftar Top Skor El Clasico Sepanjang Masa: Messi di Atas Ronaldo dan Benzema

5. Musim 2025/2026

Musim ini sebenarnya belum selesai sepenuhnya, tetapi sudah cukup untuk dianggap sebagai salah satu periode paling mengecewakan bagi Madrid.

Kedatangan Mbappe yang diharapkan menjadi pembeda justru belum mampu menyatu dengan para pemain bintang lain di skuad.

Situasi makin rumit setelah muncul isu kekuatan pemain di ruang ganti. Laporan internal menyebut metode Xabi Alonso tidak berjalan sesuai harapan, sementara Alvaro Arbeloa belum berhasil membawa stabilitas.

Di Liga Champions, Madrid tersingkir di perempat final setelah laga kontroversial yang diwarnai kartu merah Eduardo Camavinga.

Baca Juga: Jika Aston Villa Juara Liga Europa, Ini Pengaruhnya Terhadap Jatah UCL Liga Inggris

4. Musim 2005/2006

Skuad Madrid saat itu dipenuhi pemain bintang, tetapi tampil tanpa keseimbangan. Kehadiran pemain seperti Robinho dan Julio Baptista gagal memperbaiki performa tim.

Pelatih Vanderlei Luxemburgo dipecat pada Desember setelah Madrid dipermalukan Barcelona 0-3 di Santiago Bernabeu melalui aksi gemilang Ronaldinho.

Penggantinya, Juan Ramón Lopez Caro, hanya mampu membawa Madrid finis di posisi kedua La Liga dengan performa yang tetap tidak meyakinkan.

Di Copa del Rey, Madrid dihancurkan Zaragoza lewat empat gol Diego Milito. Sementara di Liga Champions, mereka disingkirkan Arsenal yang dipimpin Thierry Henry.

Baca Juga: 10 Pelatih dengan Rasio Poin Terbaik di UCL: Arteta Ungguli Guardiola dan Zidane

3. Musim 2018/2019

Ini merupakan musim penuh kekacauan bagi Madrid setelah kepergian Cristiano Ronaldo.

Madrid berganti pelatih hingga tiga kali, dimulai dari Julen Lopetegui, lalu Santiago Solari, sebelum akhirnya Zinedine Zidane kembali.

Setelah mendominasi Eropa dengan tiga gelar Liga Champions beruntun, Madrid justru dipermalukan Ajax 1-4 di Bernabeu pada babak 16 besar Liga Champions.

Di La Liga, mereka finis di posisi ketiga dengan selisih 19 poin dari Barcelona. Kekalahan dari Barcelona di semifinal Copa del Rey semakin memperburuk situasi.

Baca Juga: PSG Incar Sejarah Baru di Final Liga Champions 2026, Bisa Samai Rekor Real Madrid

2. Musim 2008/2009

Musim terakhir sebelum kembalinya Florentino Perez sebagai presiden berlangsung sangat buruk.

Madrid finis sembilan poin di belakang Barcelona dan menutup musim domestik dengan lima kekalahan beruntun. Yang paling diingat tentu kekalahan memalukan 2-6 dari Barcelona di Bernabeu.

Di Liga Champions, skuad asuhan Juande Ramos kalah telak dari Liverpool racikan Rafa Benítez.

Tak hanya itu, Madrid juga tersingkir dari Copa del Rey oleh klub kecil, Real Union.

Baca Juga: Valverde Bantah Baku Hantam dengan Tchouameni, Real Madrid Ikut Klarifikasi

1. Musim 2003/2004

Meski memiliki skuad bertabur bintang, Madrid gagal tampil kompetitif. Keputusan mengganti Vicente del Bosque dengan Carlos Queiroz justru menjadi bumerang.

Kepergian pemain penting seperti Claude Makelele, Fernando Hierro, Fernando Morientes, dan Steve McManaman membuat keseimbangan tim runtuh.

Madrid menutup musim dengan lima kekalahan beruntun dan hanya meraih 70 poin di La Liga. Mereka juga disingkirkan AS Monaco di perempat final Liga Champions.

Kekalahan dari Real Zaragoza di final Copa del Rey melengkapi musim tanpa trofi yang dianggap sebagai salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah klub.

Baca Juga: Arsenal Menuju Trofi UCL: Status Juara Tak Terkalahkan di Depan Mata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru