KONTAN.CO.ID - Keberhasilan Mikel Arteta membawa Arsenal ke final Liga Champions Eropa (UCL) musim 2025/26 membuatnya masuk daftar elit pelatih dunia.
Data terbaru dari Transfermarkt menunjukkan bahwa pelatih asal Spanyol tersebut ada dalam daftar pelatih dengan rasio poin per pertandingan atau points per game (PPG) tertinggi sepanjang sejarah UCL.
Bukan cuma itu, Arteta bahkan memiliki catatan lebih baik dari Pep Guardiola, Zinedine Zidane, hingga Luis Enrique yang akan dihadapinya di final nanti.
Baca Juga: PSG Incar Sejarah Baru di Final Liga Champions 2026, Bisa Samai Rekor Real Madrid
Daftar 10 Pelatih dengan Poin Per Laga Terbaik di Liga Champions
| Peringkat | Pelatih | PPG | Jumlah Laga |
|---|---|---|---|
| 1 | Hansi Flick | 2,30 | 44 |
| 2 | Jupp Heynckes | 2,26 | 47 |
| 3 | Vincent Kompany | 2,21 | 27 |
| 4 | Mikel Arteta | 2,16 | 38 |
| 5 | Luis Enrique | 2,06 | 77 |
| 6 | Frank Rijkaard | 2,05 | 40 |
| 7 | Pep Guardiola | 2,04 | 191 |
| 8 | Zinedine Zidane | 2,02 | 53 |
| 9 | Louis van Gaal | 1,97 | 95 |
| 10 | Thomas Tuchel | 1,96 | 67 |
Posisi pertama ditempati Hansi Flick dengan rata-rata 2,30 poin per pertandingan dari 44 laga Liga Champions.
Catatan tersebut makin impresif karena Flick juga memiliki persentase kemenangan tertinggi di antara pelatih yang sudah memimpin minimal 25 pertandingan.
Ia pernah membawa Bayern Munchen menjuarai Liga Champions musim 2019/20 dengan rekor kemenangan sempurna sepanjang turnamen.
Sekarang, Flick kembali menjadi sorotan setelah sukses menangani Barcelona dan membawa klub tersebut kembali kompetitif di Eropa.
Dua orang di bawah Flick adalah dua pelatih Bayern lain. Heynckes yang sudah menjadi legenda di masa lalu dan Kompany yang saat ini masih bertugas.
Baca Juga: Arsenal Menuju Trofi UCL: Status Juara Tak Terkalahkan di Depan Mata
Arteta Lampaui Guardiola dan Zidane
Nama Mikel Arteta menjadi salah satu kejutan terbesar dalam daftar ini. Pelatih Arsenal tersebut mencatat 2,16 poin per laga dari 38 pertandingan, unggul atas Guardiola maupun Zidane.
Meski jumlah pertandingannya belum sebanyak rival-rival lain, Arteta dinilai sukses membangun Arsenal menjadi tim yang sulit dikalahkan di Eropa.
Pendekatan taktik yang mengutamakan organisasi pertahanan dan efektivitas bola mati menjadi salah satu kekuatan utama The Gunners dalam beberapa musim terakhir.
Arteta terlihat lebih baik dari Guardiola karena mentornya tersebut menjadi pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam daftar ini, yakni 191 laga.
Meskipun demikian, Guardiola tetap unggul jauh secara prestasi berkat koleksi tiga gelar Liga Champions bersama dua klub berbeda, yakni Barcelona dan Manchester City.
Baca Juga: Daftar 11 Klub Juara UCL Tanpa Kekalahan, Arsenal Siap Menyusul!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News