KONTAN.CO.ID - Desakan agar Michael Carrick dipecat Manchester United semakin menguat setelah Setan Merah dipermalukan Como 1-4 pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027.
Hasil ini juga memperpanjang rentetan pertandingan tanpa kemenangan Manchester United menjadi tujuh laga di semua kompetisi.
Kekalahan dari Como membuat sebagian pendukung Manchester United kehilangan kesabaran terhadap Michael Carrick.
Baca Juga: MU Dibantai Como 4-1, Ini Daftar Kekalahan Terburuk Setan Merah di Liga Champions
Fans MU Desak Michael Carrick Dipecat
Tagar "Carrick Out" bahkan mulai menjadi tren di media sosial X setelah pertandingan berakhir.
Salah satu sosok yang ikut menyuarakan desakan tersebut adalah Mark Goldbridge, pembawa acara podcast Stick to United dan kanal The United Stand.
Melalui media sosial, Goldbridge menulis singkat, "Sack him tonight" atau "Pecat dia malam ini."
Pendukung lainnya menilai pekerjaan sebagai pelatih Manchester United sudah terlalu berat untuk Carrick.
"Ini jauh di luar kemampuannya. Dia terlihat tidak mampu menangani situasi, tidak memberikan kepercayaan diri, dan jelas tidak bisa melakukan apa pun dengan tim ini," tulis salah satu penggemar, dikutip The Standard.
Penggemar lainnya menyebut hasil 1-4 dari Como sebagai sesuatu yang "memalukan" dan menilai Manchester United tidak memiliki ambisi maupun standar jika Carrick tidak segera dipecat.
Baca Juga: Carrick Yakin Target Manchester United Juara EPL di 2028 Bisa Terwujud
Michael Carrick Akui Sangat Marah
Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah pelatih Manchester United tersebut mengakui bahwa dirinya sangat kecewa dengan performa tim.
Carrick bahkan mengatakan dirinya "sangat marah" melihat penampilan Manchester United saat menghadapi Como.
"Saya sangat kecewa. Saya frustrasi, lebih dari sekadar frustrasi. Sejujurnya, saya sangat marah," ujar Carrick dalam konferensi pers usai laga.
Ia menilai permainan yang ditampilkan Manchester United tidak dapat diterima.
Carrick juga mengakui bahwa Manchester United tidak menunjukkan intensitas dan semangat yang dibutuhkan dalam pertandingan tersebut.
"Intensitas, semangat, agresivitas, dan kemauan untuk memberikan segalanya itu tidak ada," kata Carrick.
Ia bahkan menggambarkan performa tersebut sebagai kebalikan dari apa yang seharusnya ditunjukkan Manchester United.
Manchester United akan kembali menjalani pertandingan Premier League pada Minggu dengan menjamu Bournemouth.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Carrick untuk membawa United kembali ke jalur kemenangan sekaligus meredakan desakan suporter.
Baca Juga: Carrick Terancam Dipecat, Hurzeler dan Conte Masuk Bursa Pelatih Baru Man United
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News