KONTAN.CO.ID - Aksi suporter Jepang yang memungut sampah usai pertandingan sepak bola kembali menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026.
Kebiasaan tersebut bukan hal baru, tetapi sudah menjadi tradisi yang membuat mereka mendapat apresiasi dari komunitas sepak bola dunia.
Di banyak pertandingan sepak bola, tribun stadion biasanya dipenuhi bungkus makanan, gelas minuman, hingga berbagai jenis sampah setelah peluit panjang dibunyikan.
Namun kondisi itu jarang terlihat ketika Jepang bermain karena para suporternya secara sukarela membersihkan area tempat mereka duduk.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan mereka bukan sekadar mencari perhatian atau mengikuti tren viral, melainkan bagian dari budaya yang telah lama dijalankan.
Baca Juga: Profil Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Ambisi Akhiri Kutukan Babak 16 Besar
Mengapa Fans Jepang Selalu Membersihkan Stadion?
Kebiasaan tersebut berasal dari budaya yang telah diajarkan sejak anak-anak melalui sistem pendidikan di Jepang.
Anak-anak di Jepang terbiasa membersihkan ruang kelas, lorong sekolah, hingga lingkungan belajar mereka sendiri tanpa bergantung pada petugas kebersihan. Nilai tersebut kemudian terbawa hingga mereka dewasa.
Mengutip GiveMeSport, tradisi ini juga berkaitan dengan ungkapan terkenal dalam budaya Jepang, yaitu "Tatsu tori ato wo nigosazu."
Ungkapan tersebut memiliki arti "Seekor burung tidak meninggalkan apa pun setelah pergi."
Maknanya adalah seseorang harus meninggalkan tempat yang digunakan dalam kondisi bersih dan baik seperti saat pertama kali datang.
Karena telah menjadi kebiasaan sejak kecil, masyarakat Jepang secara alami menerapkan nilai tersebut dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menghadiri pertandingan sepak bola.
Baca Juga: Daftar Top Skor Argentina di Piala Dunia: Messi Kini Unggul Jauh
Bagian dari Budaya Jepang
Jurnalis yang berbasis di Jepang, Scott McIntyre, pernah menjelaskan kepada BBC bahwa kebiasaan tersebut bukan hanya berlaku di dunia olahraga.
Menurutnya, membersihkan lingkungan setelah digunakan merupakan bagian dari budaya masyarakat Jepang secara keseluruhan, bukan sekadar tradisi para pendukung sepak bola.
Pandangan tersebut juga pernah dijelaskan langsung oleh pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, saat Piala Dunia 2022.
Dalam wawancaranya dengan The Athletic, Moriyasu mengatakan bahwa kebiasaan membersihkan tempat yang ditinggalkan merupakan hal yang wajar bagi masyarakat Jepang.
"Bagi orang Jepang, ini hanyalah hal yang normal untuk dilakukan. Ketika meninggalkan suatu tempat, Anda harus meninggalkannya dalam keadaan lebih bersih daripada sebelumnya," ujar Moriyasu.
Karena itulah, aksi suporter Jepang yang memungut sampah di stadion terus terlihat dalam berbagai turnamen internasional, termasuk Piala Dunia 2026.
Kebiasaan sederhana tersebut kembali menuai pujian karena mencerminkan rasa tanggung jawab terhadap fasilitas umum sekaligus menghormati orang lain yang akan menggunakan tempat tersebut setelah mereka.
Baca Juga: Daftar Populasi 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026 dari Terkecil hingga Terbesar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News