KONTAN.CO.ID - Posisi Enzo Maresca di kursi kepelatihan Chelsea sedang ada di ujung tanduk. Rentetan hasil buruk di bulan Desember lalu menjadi alasan.
Puncaknya, Tekanan terhadap Maresca terus meningkat setelah Chelsea hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth di Stamford Bridge pada Selasa (30/12/2025).
Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk The Blues, yang kini hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir mereka di Premier League.
Baca Juga: Fakta Bursa Transfer Januari 2026 dan Daftar Transfer Paling Mahal yang Terjadi
Performa Chelsea Anjlok di Bulan Desember
Dari delapan pertandingan di semua kompetisi, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan.
Inkonsistensi ini membuat frustrasi para pendukung. Mereka bahkan meluapkan kekecewaan dengan mencemooh tim saat peluit akhir laga melawan Bournemouth berbunyi.
Hasil imbang tersebut membuat Chelsea tertahan di peringkat kelima klasemen Premier League, dengan jarak 15 poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Usai pertandingan, Maresca tidak hadir dalam sesi konferensi pers. Tugas berbicara kepada media justru diambil alih oleh asisten pelatih, Willy Caballero.
Dilansir dari London Evening Standard, Pihak klub menyatakan bahwa Maresca merasa kurang sehat untuk berbicara langsung kepada pers.
Namun, absennya Maresca dari hadapan media semakin memunculkan spekulasi mengenai tekanan besar yang tengah ia hadapi.
Baca Juga: Posisi Ruben Amorim Terancam, MU Siapkan 3 Kandidat Pengganti
BlueCo Mulai Pertimbangkan Pemecatan
Konsorsium BlueCo selaku pemilik Chelsea mulai menunjukkan kekhawatiran serius terhadap penurunan performa tim.
Manajemen disebut akan memberikan evaluasi ketat terhadap Maresca. Konsekuensi terburuknya, BlueCo sangat mungkin memecat Maresca jika hasil dan penampilan Chelsea tidak membaik hingga akhir Januari.
Chelsea dijadwalkan menjalani sembilan pertandingan sepanjang Januari. Ujian paling berat langsung dihadapi Maresca di laga pertama bulan ini, yaitu bertandang ke Etihad Stadium untuk menghadapi Manchester City.
Baca Juga: Kapan Cristiano Ronaldo Pensiun? Ini Jawaban Sang Pemain Terbaik Dunia
Maresca Merasa Kurang Didukung Klub
Dari sisi Maresca, pelatih asal Italia ini dikabarkan memiliki kegelisahan internal terkait cara klub dikelola. Hal ini sempat ia ungkapkan secara terbuka dalam konferensi pers sebelumnya.
Maresca menyebut bahwa periode 48 jam setelah kekalahan 1-2 dari Atalanta di Liga Champions pada 9 Desember sebagai “48 jam terburuk” selama masa kepelatihannya di Chelsea.
Ia merasa dirinya dan para pemain tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari klub pada saat itu.
Nizaar Kinsella dari BBC Sport mengabarkan, Maresca kemungkinan besar kecewa dengan manajemen yang enggan memenuhi keinginannya untuk mendapatkan bek tengah baru.
Jajaran pimpinan klub menolak keinginan tersebut, karena datangnya bek tengah baru bisa membuat bek muda Josh Acheampong mengajukan permintaan transfer.
Baca Juga: 10 Pemain Liga Inggris dengan Kenaikan Market Value Tertinggi di 2025
Selanjutnya: Kenapa Tradisi Barbecue Menjadi Ritual Malam Tahun Baru? Intip Sejarah Panjangnya
Menarik Dibaca: 13 Kebiasaan yang Bisa Bikin Cepat Tua, Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News