KONTAN.CO.ID - Rencana laga akbar bertajuk "Finalissima" antara Spanyol dan Argentina yang sedianya digelar di Doha, Qatar, kini berada di ujung ketidakpastian. Serangan AS-Israel ke Iran jadi alasannya.
Pertandingan yang mempertemukan juara Euro dan juara Copa America itu dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret di Lusail Stadium.
Namun, keputusan Federasi Sepak Bola Qatar untuk menghentikan seluruh kompetisi membuat nasib laga tersebut menggantung.
Baca Juga: Profil Reserve Driver F1 2026: Kombinasi Talenta Muda & Senior
Qatar Tangguhkan Seluruh Kompetisi Sepak Bola
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (1/3), Qatar Football Association mengumumkan penundaan seluruh turnamen, kompetisi, dan pertandingan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Asosiasi Sepak Bola Qatar mengumumkan penundaan semua turnamen, kompetisi, dan pertandingan, efektif mulai hari ini dan sampai pemberitahuan lebih lanjut," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip Reuters.
Federasi menambahkan bahwa jadwal baru akan diumumkan melalui kanal resmi mereka setelah situasi memungkinkan.
Kebijakan ini langsung berdampak pada agenda pertandingan besar, termasuk duel prestisius antara Spanyol dan Argentina.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Beli 25% Saham Almeria, Peluang Kembali ke La Liga
Keputusan Akhir di Tangan UEFA dan CONMEBOL
Laga Finalissima dirancang untuk mempertemukan juara Piala Eropa dan Copa America. Edisi kali ini akan menghadirkan juara UEFA European Championship, yakni timnas Spanyol, melawan juara Copa America, yaitu timnas Argentina.
Sejumlah nama besar diperkirakan tampil dalam laga tersebut, termasuk bintang muda Spanyol Lamine Yamal dan megabintang Argentina Lionel Messi.
Meski Qatar telah menghentikan seluruh aktivitas sepak bola domestik, keputusan final terkait penundaan atau pembatalan laga Finalissima berada di tangan penyelenggara acara, yakni UEFA dan CONMEBOL.
Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah FIFA Series 2026: Cek Jadwal Timnas & Debut John Herdman
Ketegangan Militer di Timur Tengah Jadi Pemicu
Situasi memanas sejak Sabtu (28/2) ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Serangan tersebut disebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Teheran.
Iran merespons dengan menyerang target-target Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.
Pada Minggu, Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan terjadi kebakaran di sebuah kawasan industri setelah puing-puing dari rudal yang berhasil dicegat jatuh di area tersebut.
Kondisi keamanan yang belum stabil inilah yang mendorong otoritas Qatar mengambil langkah penghentian total aktivitas olahraga, termasuk sepak bola.
Baca Juga: FIFA Galang Dana US$75 Juta untuk Proyek Sepak Bola di Gaza
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News