Final Piala Afrika Maroko vs Senegal: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Puasa Gelar?

Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:36 WIB
Final Piala Afrika Maroko vs Senegal: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Puasa Gelar?

ILUSTRASI. Maroko akan berupaya menegaskan posisinya sebagai salah satu negara sepak bola dominan di Afrika dalam final Piala Afrika melawan Senegal. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)


Sumber: Reuters  | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - RABAT. Fina Piala Afrika akan mempertemukan tuan rumah Maroko versus Senegal, Minggu (18/1/2026). Sebagai tuan rumah, Maroko akan berupaya menegaskan posisinya sebagai salah satu negara sepak bola dominan di Afrika dan akhirnya mengakhiri "setengah abad kekecewaan" ketika mereka menghadapi Senegal di final Piala Afrika.

Negara Afrika Utara ini telah menjadi kekuatan yang berpengaruh di panggung sepak bola benua selama lebih dari satu dekade, secara teratur memenangkan kompetisi di semua tingkatan dan menjadi pusat dengan pengaruh politik dan keuangan yang kuat.

Namun, meskipun dominasi Maroko telah terlihat di semua sektor olahraga paling populer di Afrika, satu-satunya 'titik lemah' mereka adalah Piala Afrika. Maroko sangat 'diunggulkan' dalam edisi-edisi terakhir Piala Afrika, tetapi gagal.

Maroko berharap akhirnya dapat 'memanen hasil' dari investasi besar mereka, baik dalam pemain maupun fasilitas, beberapa di antaranya baru-baru ini ditingkatkan dan akan digunakan ketika mereka menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 dengan Portugal dan Spanyol.

Baca Juga: Head to Head Manchester United vs Manchester City: Siapa yang Lebih Dominan?

Namun, Senegal berpotensi menjadi perusak pesta Maroko. Senegal memiliki skuad tangguh yang hanya kalah satu dari 34 pertandingan internasional terakhir mereka - dari Brasil di London dua bulan lalu.

Pertandingan hari Minggu di Rabat adalah penampilan final ketiga Senegela dalam empat edisi terakhir. Senegal memiliki banyak pemain kunci berpengalaman dalam susunan pemain mereka, terutama pemain andalan Sadio Mane.

Maroko telah menikmati peringkat teratas di benua Afrika sejak menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia di Qatar pada tahun 2022 dan tahun lalu memecahkan rekor kemenangan beruntun terbanyak oleh tim nasional, sebelum memperpanjangnya menjadi 19 kali.

Namun, negara ini sebelumnya hanya sekali memenangkan gelar juara Afrika pada tahun 1976 dan hanya tampil di satu final sejak itu (2004), dan hal itu tampaknya sangat membebani mereka saat memulai turnamen dengan ragu-ragu bulan lalu.

Namun, Maroko tampaknya telah melepaskan diri dari rasa gugup tersebut dalam dua pertandingan terakhir mereka melawan Kamerun dan Nigeria dengan pendekatan permainan yang agresif dan cepat.

Maroko juga akan mendapat dukungan antusias dari sebagian besar penonton di Stade Moulay Abdellah, dengan negara tersebut diliputi semangat sepak bola.

“Ini adalah momen unik bagi kami,” kata kapten Achraf Hakimi setelah keberhasilan mereka di semifinal tengah pekan lalu seperti dikutip Reuters.

“Kami telah membuat sejarah sekali lagi, tim ini pantas mendapatkannya. Semua orang Maroko pantas mendapatkannya. Kami sangat bahagia, tetapi kami belum menyelesaikan pekerjaan.”

Bagaimana Senegal mengatasi tekanan, terutama karena mereka sebagian besar telah melewati enam pertandingan mereka dengan mudah, akan menjadi kunci, tetapi pelatih mereka Pape Bouna Thiaw mengatakan: “Kami ingin bermain di final ini, sekarang kami harus pergi dan memenangkannya.”

Baca Juga: Head to Head Man United vs Man City di Liga Inggris, Bisakah Setan Merah Menang?

Selanjutnya: Promo JSM Tip Top Januari 2026, Diskon Ayam Hingga Daging Long Weekend

Menarik Dibaca: 5 Alasan Ilmiah Membersihkan Rumah Jadi Kunci Meningkatkan Mood dan Kontrol Diri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru