Apa bedanya Thomas Cup dan Uber Cup? Ini sejarah lengkapnya

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:31 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa bedanya Thomas Cup dan Uber Cup? Ini sejarah lengkapnya

ILUSTRASI. Thomas Cup

KONTAN.CO.ID -Jakarta. Turnamen bulutangkis Thomas Cup dan Uber Cup 2020 digelar pada 9 hingga 17 Oktober 2021 di Aarhus, Denmark. 

Dalam sejarah Thomas Cup, Indonesia menjadi tim tersukses di ajang turnamen bulutangkis tersebut dengan koleksi 13 gelar. Sementara, China menjadi tim tersukses dan memperoleh 14 gelar dalam catatan sejarah Uber Cup. 

Pada laga Thomas Cup 2021, tunggal putra Indonesia  Anthony Sinisuka Ginting berhasil memenangi laga melawan tunggal putra Taiwan Chou Tien Chen dalam dua gim langsung dengan skor 22-20 dan 21-16 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Rabu (13/10/2021).

Lantas, apa bedanya Thomas Cup dan Uber Cup?  

Baca Juga: BWF resmi menunda kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2020

Sejarah Thomas Cup dan Uber Cup serta bedanya

Dirangkum dari laman Badminton World Federation atau BWF, sejarah Thomas Cup bermula pada tahun 1948 dan 1949. Pada waktu itulah pertama kali terjadi pertangingan Thomas Cup atau pertandingan bulu tangkis khusus untuk tim putra. 

Sementara beda Thomas Cup dan Uber Cup adalah Uber Cup merupakan pertandingan bulu tangkis khusus tim putri terbaik. Untuk Uber Cup pertama kali dipetandingkan pada tahun 1956 dan 1957.

Ketika pertama kali dimulai, Thomas Cup berlangsung setiap tiga tahun dan merupakan turnamen internasional terbesar pertama di bidang olahraga. 

Thomas Cup diambil dari nama Sir George Thomas, pencetus ide kompetisi tersebut. Sir George Thomas juga merupakan pendiri Federasi Bulutangkis Internasional atau sekarang BWF. Dia juga seorang legenda bulutangkis dengan 21 gelar Kejuaraan All England. 

Pada waktu itu, Sir George Thomas menginginkan bahwa bulutangkis memiliki kompetensi bergengsi seperti Piala Davis dalam olahraga tenis. Ia mengusulkan kompetisi tersebut pada 1939. 

Baca Juga: BNI guyur kontingen bulu tangkis Olimpiade Tokyo dana senilai Rp 6,4 miliar

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru