Andalkan Skuad Muda, Pelatih Baru Chelsea Ingin Tiru Kesuksesan Class of 92 MU

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:24 WIB
Andalkan Skuad Muda, Pelatih Baru Chelsea Ingin Tiru Kesuksesan Class of 92 MU

ILUSTRASI. Pelatih baru Chelsea Liam Rosenior berharap dapat mengikuti jejak mantan manajer Manchester United, Alex Ferguson. (Dok./Chelsea FC)


Sumber: Reuters  | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pelatih baru Chelsea Liam Rosenior berharap dapat mengikuti jejak mantan manajer Manchester United, Alex Ferguson, dengan mengubah skuad Chelsea yang muda dan kurang berpengalaman menjadi tim pemenang.

"Class of 92" di bawah Ferguson menciptakan era dominasi sepak bola Inggris dari tim yang memenangkan Piala FA Youth pada tahun 1992 dan kemudian memenangkan Liga Champions sebagai bagian dari raihan tiga trofi pada tahun 1999.

Grup tersebut termasuk pemain-pemain seperti Gary Neville, David Beckham, dan Paul Scholes.

"Dulu saya adalah penggemar Manchester United, dan sekarang saya adalah penggemar Chelsea sejati," kata Rosenior kepada wartawan pada Jumat (9/1/2026), menjelang pertandingan Piala FA melawan Charlton Athletic seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Kabar Cedera Real Madrid Terbaru Jelang Final Supercopa vs Barcelona

Rosenior ingat Alex Ferguson cukup berani memasukkan enam atau tujuh pemain berusia antara 19 tahun dan 21 tahun ke dalam tim yang memenangkan gelar karena dia percaya pada mereka. Mereka berkembang dan memenangkan trofi demi trofi. Itu adalah periode yang luar biasa dalam sejarah klub tersebut.

"Tanpa keberanian itu, hal itu tidak akan terjadi. Ada potensi untuk itu di sini... Bicaralah tentang Moises Caicedo atau Enzo Fernandez atau Cole Palmer atau Reece James - pemain kelas dunia dan masih sangat, sangat muda." Itulah ambisi utama klub ini - untuk menciptakan hal itu lagi," kata dia.

Rosenior, yang dikonfirmasi sebagai pelatih kepala baru Chelsea pada hari Selasa setelah kepergian pelatih asal Italia, Enzo Maresca, pada Hari Tahun Baru, memiliki pengalaman bekerja dengan tim muda.

Skuadnya di klub sebelumnya, Strasbourg, adalah yang termuda di lima liga top Eropa, dengan usia rata-rata pemain inti di bawah 22 tahun.

"Jika Anda menonton tim Strasbourg yang saya latih, semua orang menikmati menonton mereka karena mereka bermain dengan intensitas," kata Rosenior.

Mengapa? Karena mereka muda, bugar, dan kurang rentan cedera. Rosenior akan bekerja sangat keras untuk menciptakan hal itu di Chelsea. Saya harus melatih para pemain dengan benar, bekerja sama dengan tim medis, dan menjaga mereka karena mereka memiliki karier yang luar biasa di masa depan," ujarnya.

Baca Juga: Sejumlah Kandidat Tersingkir, Kriteria Baru Pelatih MU Terungkap

 

Selanjutnya: Catat Peringatan 11 Januari: Empat Hari Besar yang Menginspirasi Dunia

Menarik Dibaca: 11 Jus untuk Menambah Berat Badan yang Bisa Anda Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru